Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batu masih terasa. Setelah menghelat 1 pohon 1 nama, kini Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga meluncurkan 1 nama 1 satwa yang dilepas liarkan dalam Launching “The Legend of Songgoriti” Kampung Konservasi Kota Batu, Minggu (13/12/2020).
Hal tersebut diawali dengan penanaman pohon cemara sebanyak 370 pohon di kawasan Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Kemudian dilakukan pelepas liaran satwa burung sebanyak 144 ekor di area Pine Park. Beragam spesies itu ada emprit, jalak kebo, dan sebagainya.
Baca Juga : Kejadian Bencana di Kota Batu Naik 2 Kali Lipat Sepanjang November
Selain dihadiri oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, juga hadir Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo, Kajari Batu Supriyanto, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi, dan Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra.
“Kami ingin Songgoriti ini jadi tempat destinasi yang sudah ada lebih diminati, dengan lebih mengedepankan kelestarian alam. Kali ini sudah menanam pohon dan ini pelepasan satwa ini jadi yang baru,” ucap Dewanti.
“Untuk melestarikan alam tidak hanya bisa satu kali dan sudah, tapi terus menerus memelihara harus dilakukan. Saya ingin nanti dengan udara sejuk yang saya inginkan ketika orang berpariwisata ini yang dicari di Kota Batu,” tambahnya.
Dewanti pun mengajak warga Kota Batu untuk melestarikan alam sekitar. Dengan banyak menanam pohon, membuat sampah pada tempatnya dan tidak mengganggu satwa di sekitar.
Sementara itu Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan menambahkan, pengembangan kawasan Songgoriti berbasis konservasi lingkungan bagian dari pelaksanaan amanat UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta visi misi kepala daerah. Karena itu dengan ditetapkannya Songgoriti sebagai Kampung Konservasi, agar bisa memberikan perlindungan dan pelestarian hutan.
Baca Juga : Waspada! Beberapa Titik di Kota Batu Ini Rawan Banjir Luapan dan Genangan Air
“Bukan hanya itu, juga memberikan dampak manfaat secara ekonomi dalam bentuk pemberdayaan masyarakat memanfaatkan kawasan hutan. Dan bisa menarik kunjungan wisatawan,” katanya.
Tidak hanya berhenti di Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, ke depan juga akan diperluas di Kecamatan Bumiaji. Lebih tepatnya kawasan kedua menyasar di wilayah Desa Sumber Brantas.