free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Persiapan Asuransi Kesehatan Prudential untuk Pandemi Covid-19

Penulis : Bramastyo Dhieka Anugerah - Editor : Nurlayla Ratri

06 - Dec - 2020, 16:15

Loading Placeholder
Ilustrasi (sumber: google)

Covid-19 merupakan sebuah penyakit mematikan yang mewabah di seluruh dunia. Penyakit Covid-19 disebabkan oleh virus corona. Virus ini menular dari manusia kepada manusia. 

Orang yang terkena virus corona maka sistem pernafasannya menjadi rusak. Yang berdampak pada penderitanya mengalami sesak napas dan infeksi saluran paru-paru. Kalau dibiarkan terus menerus bisa mengakibatkan meninggal dunia.

Baca Juga : Kepala Desa di Tulungagung Positif Covid-19, Seluruh Perangkat dan Kontak Erat Dites

Virus corona yang telah ditetapkan oleh pemerintah menjadi wabah pandemi menjadi hal yang menakutkan di tahun ini. Jutaan orang telah meninggal dunia akibat virus corona. 

Walaupun jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 lebih tinggi. Untuk di negara Indonesia, jumlah orang yang mengalami kematian akibat Covid-19 sebanyak 9 ribuan orang lebih.

Yang ditakutkan oleh manusia dari virus corona ini adalah sifatnya yang mudah menyebar dan menular dengan cepat. Sampai sekarang hanya kurun waktu enam bulan sudah puluhan juta orang terinfeksi virus corona dan sebagian dari mereka meninggal dunia. Sifat virus ini yang menyerang pernafasan manusia seringkali tanpa gejala apapun.

Virus corona yang menyerang manusia tanpa pandang bulu. Ia bisa menular pada setiap kalangan. Dari kalangan anak-anak, balita, ibu hamil, ibu menyusui, kakek kakek, nenek-nenek, remaja, orang dewasa, dan bayi sekalipun. Kalau sudah terserang virus corona maka sistem pernafasan bisa menjadi terganggu secara ringan sampai berat. Contohnya bernafas menjadi sesak.

Gejala Penderita Virus Corona

Orang yang mengidap Covid-19 dapat dilihat dari gejala-gejala yang ditimbulkannya, antara lain: sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk kering, pilek dan demam panas. Gejala yang mirip orang yang sedang menderita influenza atau flu. 

Orang yang memiliki gejala di atas lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter rujukan untuk mengetahui apakah terkena Covid-19 atau bukan. Dengan mengetahui gejalanya maka anda bisa berhati-hati untuk mendekati orang yang mempunyai gejala demikian.

Sebenarnya bagi yang terserang virus corona tidak usah risau. Karena tingkat kesembuhan sangat tinggi ketimbang sakit terus menerus. Ia sangat besar kemungkinan dapat sembuh dari gejala demikian. Dan bisa saja tambah berat gejala penyakit. Seperti batuk berdahak mengeluarkan darah, nyeri dada, sesak nafas dan demam tinggi sekali. Semua itu banyak faktor yang melatarbelakanginya.

Untuk lebih jelas melihat seseorang menderita Covid-19 dapat dilihat dari ciri-ciri gejalanya sebagai berikut ini:

1.Sesak napas

2.Batuk kering

3.Demam tinggi dengan tingkat suhu badan melebihi 38 derajat celcius

4.Ruam di kulit

5.Kehilangan mencium bau atau rasa dalam sistem pancaindera

6.Konjungtivitis

7.Sakit kepala

8.Diare

Anda yang mengalami gejala-gejala di atas dan sesudah memeriksakan diri ke dokter dinyatakan positif Covid-19 maka anda bisa dirawat di rumah sakit atau melakukan isolasi mandiri di rumah. Untuk memperoleh panduan kesehatan untuk penyembuhan Covid-19 secara lebih lengkap maka anda dapat kontak langsung hotline Covid-19 di nomor telepon 119 ext 9.

Sejarah Virus Corona

Baca Juga : Naik Drastis, Tiga Hari Tambahan Kasus Positif Covid-19 Capai 136 Pasien

Sebelumnya dunia aman dan tenteram. Namun pada akhir bulan Desember dinyatakan di daerah Wuhan negara Tiongkok ditemukan seorang pengidap corona virus disease 2019 (Covid-19) yang ditimbulkan oleh virus baru bernama corona. Virus ini asal usulnya dari kelelawar yang dimakan oleh manusia. Dan berdasarkan penelitian, coronavirus bisa menular dari manusia ke manusia.

Seiring berjalan waktu di negeri Tiongkok terjadi penularan virus corona sehingga banyak orang yang meninggal dunia, Negeri Tiongkok mengumumkan situasi darurat dan pandemi Covid-19. Kemudian di negara Amerika Serikat dan negara Eropa lainnya mulai muncul beberapa orang yang terjangkiti virus corona.  Hingga menyebar ke semua negara di dunia.

Menyikapi beberapa warga negaranya meninggal dunia akibat virus Covid-19 dan kasus penularannya terus bertambah banyak setiap negara membuat keputusannya masing-masing. Untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19, ada negara yang menerapkan status lockdown yaitu dilarangnya setiap individu untuk keluar rumah.

Selain itu, ada negara yang menerapkan karantina wilayah yaitu dilarangnya pergerakan manusia untuk memasuki suatu wilayah yang dikarantina. Begitupula penduduk yang wilayahnya dikarantina tak bisa keluar masuk begitu saja. Semua akses menuju wilayah yang dikarantina ditutup sementara.

Sementara itu, untuk negara Indonesia tidak mengenal lockdown. Namun mengenal PSBB hingga menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dimana pergerakan masyarakat diatur dan dibatasi dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat. Seperti hindari keramaian orang, belajar di rumah, beribadah di rumah, bekerja di rumah dan berdiam diri di rumah. Pokoknya, untuk sementara dihimbau untuk berdiam diri di rumah sampai situasi pendemi wabah Covid-19 berakhir.

Virus corona menular dari manusia ke manusia melalui kontak fisik, berjabat tangan, dan menyentuh benda yang mengandung air liur penderita Covid-19. Kalau sudah terkena virus corona maka virus ini langsung menyerang organ pernafasan manusia. Sehingga sistem pernafasan manusia mengalami infeksi ringan. Contohnya influenza.

Akan tetapi pada beberapa orang lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit kronis tertentu maka virus corona yang menyerang sistem pernafasan manusia bisa mengakibatkan gangguan pernafasan yang berat. Contohnya mengalami pneumonia atau infeksi pada bagian paru-paru. Pada tahap ini seringkali menyebabkan kematian.

Wabah virus corona merupakan wabah pandemi yang sangat meluas ke semua negara dan menyulitkan banyak negara dalam mengatasinya. Walaupun sebelumnya sudah ada wabah virus MERS atau SARS, namun yang paling banyak membawa dampak negatif dan korban jiwa adalah virus Covid-19. Hal ini karena sifat virus corona yang menyebar secara cepat tanpa pandang bulu dan tak ada vaksin yang bisa mengobatinya.

Untuk lebih mengetahuinya, berikut ini salah satu dampak akibat virus Corona  yang menyerang tubuh manusia dan saat ini jadi pandemi, yakni tingkat kematian tinggi bagi manusia di seluruh dunia. Untuk saat ini ditempati oleh negara Amerika Serikat dan Brazil. Yang disusul oleh Iran, India dan Indonesia.

Jumlah orang yang terkena virus corona terbaru di Indonesia saat ini per 21 September 2020 sebanyak 230 ribu orang. Jumlah tersebut akan terus bertambah. Sedangkan untuk jumlah penderita yang meninggal dunia mencapai 9.900 orang. Untuk jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 lebih besar lagi yakni mencapai 37 ribu orang. Ini membuktikan bahwa Covid-19 bisa disembuhkan dan peluang sembuhnya lebih besar dari kematian.

Anda dapat melihat tingginya penderita covid19, namun kematian yang ditimbulkannya sangat kecil. Sekitar 4,9 persen. Dan mayoritas penderita Covid-19 yang meninggal dunia adalah kalangan manusia lanjut usia. Dengan rincian 39,9 persen wanita dan 60,1 persen jenis kelamin pria.

Asuransi Kesehatan Prudential Untuk Pandemik Covid-19

Siapapun tidak akan menjamin kesehatan untuk selamanya. Suatu saat sangat mungkin seseorang sakit. Apalagi di tengah wabah pandemi Covid-19. Tingkat tertularnya virus corona sangat tinggi. Apalagi anda tidak menggunakan alat perlindungan diri dalam setiap beraktifitas di luar rumah. Tidak ada orang yang kebal dengan virus corona. Setiap orang bisa saja terserang tanpa mengenal batas usia dan jenis kelamin.

Untuk mencegah kerugian lebih dalam dari segi finansial akibat wabah virus corona yang terus merajalela maka anda bisa mempersiapkan diri dengan membeli Asuransi Kesehatan Prudential. Sehingga anda tak perlu risau biaya perawatan selama di rumah sakit. Karena semua biaya pengobatan ditanggung oleh perusahaan asuransi kesehatan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Bramastyo Dhieka Anugerah

Editor

Nurlayla Ratri

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---