Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Tulungagung tembus angka 700. (Foto: Istimewa)
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Tulungagung tembus angka 700. (Foto: Istimewa)

Penambahan 14 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menjadikan jumlah total kasus melampaui angka 700 di Tulungagung. Jika dijumlah, kasus positif Covid-19 per Jumat (04/12/2020) kemarin mencapai 708 orang. Rinciannya, 540 orang sembuh dan meninggal 7 orang. Sisanya, menjalani perawatan, isolasi mandiri dan karantina.

Di tengah penambahan kasus ini, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tulungagung menyayangkan beredarnya broadcast dan bahkan tersebar di media sosial penambahan 14 kasus terkonfirmasi positif terakhir.

Baca Juga : Semprotkan Disinfektan Secara Masif, Upaya Pemkab Jember Cegah Penyebaran Covid-19

Wakil juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nuswantoro saat dikonfirmasi menyayangkan ada pihak yang tidak punya rasa empati pada pasien positif. Setelah membaca tulisan nama pasien, alamat lengkap dan data yang tersebar, Galih memastikan jika itu telah diedit dari aslinya.

"(Itu) dari oknum ditulis kembali sama orang yang tidak punya empati (lalu) di-share. Jelas ditulis ulang itu," komentar Galih.

Bagi pihak terkonfirmasi positif Covid-19 yang nama dan identitas lainnya di-share bisa menuntut keberatan. Sedangkan dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tulungagung, mengutuk perbuatan penyebaran identitas yang vulgar itu.

"Gugus tugas menyayangkan oknum yang kurang berempati dengan pasien Covid-19, secara vulgar menginfokan identitas pasien," tegasnya.

Baca Juga : Jumlah Pasien Covid Meningkat, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Menurun 5 Persen

Galih sendiri menunjukan, meski punya kewenangan khusus dalam penanganan Covid-19 ini, Gugus Tugas menyampaikan data ditulis inisial dan alamat hanya di ambil kecamatan. Sedangkan rekam medis hanya dituliskan gejala yang dialami oleh pasien positif Covid-19.

Seperti diketahui, tersebar di media sosial secara lengkap 14 nama dan alamat pasien terkonfirmasi Covid-19 terakhir. Belum diketahui siapa dan apa motif penyebaran tersebut ke media sosial.