Perjuangan Announcer Banyuwangi Jadi Relawan Paslon 02 | Jatim TIMES

Perjuangan Announcer Banyuwangi Jadi Relawan Paslon 02

Dec 04, 2020 19:38
Hari Cablak di samping armada dan soundsystem yang digunakan siaran keliling setiap hari di kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Hari Cablak di samping armada dan soundsystem yang digunakan siaran keliling setiap hari di kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

“Ibu Ipuk itu perempuan yang mau belajar, sehingga dalam perkembangannya dari hari ke hari Ipuk Fiestiandani Azwar Anas (Ipuk) sudah bisa menunjukkan kualitas pribadi dan sosok dia sebenarnya.”

Ungkapan tersebut disampaikan oleh seorang Announcer Banyuwangi bernama Hari Suharto yang akrab disapa Hari Cablak.

Baca Juga : Dapat Dukungan Ponpes Lirboyo, Posisi Paslon Dhito-Dewi Semakin Kuat

Hari Cablak melanjutkan, sosok Ipuk yang mau belajar diperlihatkannya selama mendampingi sang suami, Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Di mana, Ipuk selama mendampingi Azwar Anas, tugas dan kewajibannya dalam setiap ruang dan kegiatan bersifat teknis. 

“Selama ini peran dia dalam Dharma Wanita, PKK, Dekranasda dan beberapa lembaga sosial yang lain. Tugas dan kewajiban yang dilakukan lebih bersifat teknis sehingga tidak banyak berpidato, tidak banyak bicara dan menyampakan argumentasi, ide dan gagasan yang ada pada dirinya,” ujarnya.

Peran Ipuk lebih banyak berfungsi sebagai ibu bagi pengurus lain di Dharma Wanita, PKK dan Dekranasda Banyuwangi. “Sehingga masyarakat belum pernah melihat sosok Ipuk yang sudah biasa berbicara, berpidato dan bisa mengolah kata-kata politik. Sebagai istri pejabat, dalam memberikan sambutan lebih banyak berbicara dengan data dan angka,” lanjut pria berusia 58 tahun itu. 

“Sosok bu Ipuk sebagai calon Bupati saat ini mulai terlihat dan diperlihatan. Beliau, sekali lagi adalah perempuan yang mau belajar,” imbuhnya.

Hari Cablak yang mendapatkan tugas dari partai politik tempatnya mengabdi, sekitar dua bulan terakhir keliling menyiarkan berita/informasi kepada  masyarakat Banyuwangi tentang kegiatan paslon nomor 2 Ipuk-H. Sugirah mulai tahap pendaftaran, penetapan sampai dengan tahapan kampanye pilkada Banyuwangi saat ini.

Sebagai orang partai, bagi pria yang pernah dinobatkan sebagai Satgas PDI Perjuangan terbaik se-Jawa Timur, tugas itu menjadi sebuah kebanggan dan kehormatan apabila mampu menjalankan tugas dengan tuntas. Apalagi  tugas yang diamanatkan partai berhubungan dengan bidang yang selama ini digeluti dan disenangi, sehingga dirinya merasa selalu nyaman dan enjoy.

Bagi suami Purwati asal Jambewangi, Kecamatan Sempu, sebagai salah seorang yang berada dalam panggung politik di PDI Perjuangan, dia menyadari di partai politik lain tentu lebih banyak orang yang lebih pintar daripadanya.

”Berhubung PDI Perjuangan sebagai parpol pengusung dan pendukung utama Bu Ipuk sebagai Cabup Bupati Banyuwangi berpasangan dengan H. Sugirah sebagai Cawabup, sehingga beberapa kali saya sebagai petugas partai harus turun ke lapangan untuk membantu pelaksanaan di lapangan tertentu ataupun even-even tertentu agar berjalan aman lancar dan sukses. Pada intinya kami tulus ikhlas dan mencintai tugas yang diberikan oleh partai ini,” ucapnya. 

Bahkan untuk menjalankan tugasnya, kepada keluarga yang ditinggal di rumah dia sudah pamit karena ini konsekuensi pekerjaan yang ditekuni. Sehingga daripada harus bolak balik Sempu-Banyuwangi, maka untuk sementara lebih baik menetap di wilayah Kota Banyuwangi. 

Di mana, mulai pagi Hari Cablak harus memulai aktivitas bekerja untuk menuntaskan program yang sudah dirancang dan djadwalkan bersama tim secara tuntas. Kemudian malam harinya bisa berkoordinasi dengan teman-teman pengurus, kader dan simpatisan serta relawan paslon Ipuk-H. Sugirah untuk mengevaluasi program yang dilakukan dalam satu hari.

Selanjutnya, dia menuturkan, dalam beberapa bulan terakhir dengan mengendarai mobil panther lengkap dengan peralatan soundsytem melakukan siaran keliling dan rata-rata dalam sehari  minimal menempuk jarak 70 kilometer.

Baca Juga : Jika Terpilih, Paslon SanDi Siap Lanjutkan Prestasi yang Pernah Diraih Pemkab Malang

Apabila jaraknya dirasa terlalu jauh, seperti misalnya ada jadwal kampanye di kawasan lereng Gumitir, karena armada yang ada kurang memadai sehingga terpaksa tidak ikut. ”Selama masih dalam  jangkauan kami pasti ikut. Ketika kami tidak ikut dalam rombongan Bu Ipuk, maka saya akan siaran keliling di Banyuwangi karena itu sudah menjadi tugas kewajiban. Terkadang kami  ke wilayah Sempu atau Kecamatan Wongsorejo. Pokoknya dalam sehari kami harus keliling,” ujar Hari Cablak.

Dalam melakukan siaran keliling pertama yang selalu disampaikan ajakan untuk menyambut pesta demokrasi dengan riang gembira. Selanjutnya, dia menyampaikan, bahwa calon Bupati Banyuwangi Ipuk adalah orang terdekat bupati Abdullah Azwar Anas, karena baik siang malam tentu lebih banyak waktu berdiskusi Pak Anas . Di samping beberapa pejabat Banyuwangi yang lain tentu ada waktu diskusi atau curhat kepada Ipuk tentang banyak hal. 

Kemudian, pengalaman Ipuk sebagai Ketua PKK bicara peran dan fungsi perempuan, pengalaman beliau keliling Banyuwangi tentunya cukup untuk menjadi bekal mendapatkan tugas jadi Bupati Banyuwangi. 

Sebelum menjadi istri bupati, lanjut Hari Cablak, Ipuk juga pernah menjadi istri anggota DPR RI, tentunya pengalaman beliau cukup. ”Dengan tidak menafikan calon bupati yang lain bagi kami petugas partai meyakini Bu Ipuk lah yang sanggup menyambungkan pembangunan ini. Istilahnya, kesinambungan pembangunan Banyuwangi dan mewujudkan Banyuwangi yang maju sejahtera dan berkah,” tegas Hari Cablak.

Bagi ayah dua anak itu, dalam menjalankan tugas duka yang dirasakan adalah ketika datang di suatu daerah pesertanya belum kumpul dan menjadi tugas dan kewajibannya untuk mengumpulkan warga masyarakat sebelum Ipuk datang. Demikian pula ketika warga yang datang itu tidak sesuai ekspektasi, ada rasa bersalah dan merasa kurang berhasil. Dan dia bersyukur hal tersebut jarang terjadi. 

Dalam menjalankan tugas siaran keliling, Hari Cablak  selalu memberikan imbauan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah Covid 19 di Banyuwangi. Selanjutnya sebelum acara berkumpul sebelum Ipuk datang, dirinya juga mewajibkan semua anggota tim membagi masker dan berupaya menjaga jarak.

”Dengan adanya pilkada, kami melihat banyak masyarakat tanpa masker. Ketika melaksanakan program kampanye dan melihat realitas tersebut kami memberi masker dan warga mau menerima. Dan menurut kami sosialisasi ini juga sebagai bentuk pengajaran (edukasi) terhadap kesadaran warga untuk hidup sehat dengan cara bermasker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun, selalu menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan lain,” pungkas Hari Cablak.

 

 

Topik
Pilkada Banyuwangi 2020 perjuangan relawan hari cablak announcer banyuwangi

Berita Lainnya