Ke Kota Malang, Kepala BNBP Tinjau Kesiapan RS Lapangan | Jatim TIMES

Ke Kota Malang, Kepala BNBP Tinjau Kesiapan RS Lapangan

Dec 03, 2020 19:47
Kepala BNPB Letjen TNI (Purn) Doni Monardo (baju oranye) saat meninjau kesiapan RS Lapangan di Kota Malang, Kamis (3/12/2020). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kepala BNPB Letjen TNI (Purn) Doni Monardo (baju oranye) saat meninjau kesiapan RS Lapangan di Kota Malang, Kamis (3/12/2020). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Keberadaan RS Darurat atau RS Lapangan Covid-19 di Kota Malang, sejatinya mulai dikebut pembangunannya. Kesiapan terkait sarana prasaran dan fasilitas dari rumah sakit yang akan ditempati pasien Covid-19 tersebut bahkan ditinjau langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, Kamis (3/12/2020).

Meninjau area kawasan sejak pukul 16.30 WIB, Doni memastikan semua ruangan telah siap. Doni juga melihat suasana area kamar yang akan ditempati pasien.

Tampak pekerja bangunan tengah merenovasi area ruangan untuk RS Lapagan. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Doni menilai, jika RS Lapangan yang bertempat di salah satu gedung di kawasan Polkesma (Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang) jauh lebih baik dibandingkan dengan rumah sakit lapangan di daerah lainnya.

Baca Juga : Dinkes Kota Malang Gaet Seluruh OPD untuk Atasi Stunting

"Saya menilai kondisi Rumah Sakit Lapangan ini semakin ke depan akan lebih baik dibandingkan sejumlah rumah sakit yang tersedia di beberapa daerah. Mudah-mudahan saja dalam dua minggu ke depan bisa mempercepat, melengkapkan untuk penyelesaian fasilitas di setiap ruangan. Sehingga sesuai harapan akan ada 306 tempat tidur untuk pasien Covid-19," terangnya.

Apalagi, menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 pusat itu, jika fasilitas di RS Lapangan ini nantinya juga dilengkapi ICU. Karenanya, diharapkan hal itu mampu membantu mengurangi beban dari rumah sakit rujukan Covid-19 di Malang Raya.

"Disiapkan juga untuk perawatan ICU. Mudah-mudahan penambahan ruang perawatan di Poltekes (Pelkesma) ini akan bisa membantu untuk mengurangi beban rumah sakit yang ada di sekitar Malang Raya," jelasnya.

Terlebih, dari pemantauan Satgas Pusat, lanjut Doni, jumlah kasus di Malang Raya akhir-akhir ini tengah mengalami peningkatan. Meski, Jawa Timur sempat dinilai mampu menekan angka kasus di bulan Juni, Juli, Agustus, hingga September 2020 lalu.

"Tapi, setelah adanya libur panjang trend penekanan kasus di Malang Raya sedikit mengalami peningkatan. Mudah-mudahan ini bisa dikendalikan," imbuhnya.

Berkaca dari RS Lapangan Pemprov Jawa Timur sebelumnya yang berada di Jalan Indrapura, Surabaya, Doni mengharapkan rumah sakit untuk pasien Covid-19 di Kota Malang ini mampu lebih optimal dalam menangani kesembuhan.

Sebab, jika mengacu pada RS Lapangan di Indrapura, pasien Covid-19 lebih banyak yang mengalami kesembuhan. Karenanya, hal ini diharapkan mampu lebih baik dijalankan di Kota Malang.

Baca Juga : Atasi Covid-19 Kota Batu, Butuh 3 Ribu Vaksin

"Angka kematian untuk Jawa Timur ini realtif cukup tinggi. Ini yang kita fokus, supaya hasil dari gejala ringan ke sedang tidak boleh lagi masuk ke fase yang lebih tinggi. Sehingga harus sedini mungkin ditangani dengan optimal. Jadi pengalaman Rumah Sakit Lapangan Indrapura, mudah-mudahan bisa jadi perbandingan," tandasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab RS Lapangan Dr dr Kohar Hari Santoso SpAn KIC KAP, menambahkan, beberapa fasilitas penunjang untuk meningkatkan imunitas dan mempercepat kesembuhan pasien bakal disuguhkan. Seperti, cafetaria, taman, area jogging track, hingga fasilitas gym. 

Salah satu area kamar yang bakal digunakan oleh pasien Covid-19 di RS Lapangan. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

"Jadi, seseroang itu peluang untuk sembuhnya bagus itu, disamping jiwanya, raganya. Raganya memang dengan obat-obatan, dengan gizi yang baik. Nah satu lagi adalah masalah jiwanya. Dengan fasilitas itu, jiwanya senang InsyaAllah kesembuhannya juga bagus," ungkapnya.

Terkait dengan fasilitas ICU di RS Lapangan yang ditarget selesai dalam 10 hari ke depan ini, lanjut Kohar, nantinya sebagai upaya antisipasi. Yakni, apabila dimungkinkan adanya pasien yang mengarah ke gejala sedang dan berat sebagai penanganan pertama sebelum dirujuk ke RS penanganan Covid-19.

"Ndak sampai berat (untuk RS Lapangan). Jadi, kalau ringan tapi kemudian mengarah ke arah menjadi berat akan kami lakukan tindakan dan kami timbang betul. Kalau berat betul kami rujuk ke saiful anwar," pungkasnya.

Topik
RS Darurat RS Lapangan covid 19 Kota Malang Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Kota Malang Doni Monardo kawasan Polkesma

Berita Lainnya