Bupati Malang HM. Sanusi yang saat ini sedang menjalani masa cuti kampanye pada tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Bupati Malang HM. Sanusi yang saat ini sedang menjalani masa cuti kampanye pada tahapan Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

BOS (Bantuan Operasional Sekolah) Kabupaten Malang untuk tahun 2020 akhirnya terealisasi dan cair serta sudah dapat dirasakan para siswa SD (sekolah dasar) dan SMP (sekolah menengah pertama) di seluruh wilayah Kabupaten Malang baik negeri ataupun swasta. 

Bagi para siswa dan sekolah yang berada dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) RI yakni MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan MTs (Madrasah Tsanawiyah) akan segera cair di awal Bulan Desember 2020. 

Terealisasinya program BOS Kabupaten Malang 2020 salah satunya berkat tangan dingin Bupati Malang saat itu yakni HM. Sanusi yang mengeluarkan kebijakan untuk pendidikan di Kabupaten Malang. 

"Memang itu program yang harus kita berikan kepada masyarakat agar nanti pendidikan ini bisa memacu kualitasnya dengan memberikan bantuan kepada anak didik melalui BOSKAB itu," ungkap Sanusi ketika dikonfirmasi melalui saluran telepon oleh MalangTimes, Minggu (29/11/2020). 

Ketika disinggung mengenai pemicu Sanusi yang pada Bulan September 2019 hingga Bulan September 2020 menjadi seorang Bupati Malang mengeluarkan kebijakan yang dapat dibilang merupakan gebrakan pertama kali yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, terdapat lima hal yang diungkapkan oleh Sanusi. 

Sebelumnya, Sanusi juga menyebutkan bahwa hal utama yang memicu keluarnya kebijakan ini yakni dengan adanya program Pemerintah Pusat dengan Proklamasi ke-75 yang disebutkan bahwa SDM (Sumber Daya Manusia) unggul, Negara kuat. 

"Maka itu, meningkatkan SDM yang bagus tentunya pembiayaan di pendidikan harus ditingkatkan dengan meringankan beban orang tua, itu yang pertama," ujar pria asli Gondanglegi ini. 

Lanjut Sanusi bahwa alasan pemicu yang kedua yakni dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19, kondisi perekonomian masyarakat saat ini sedang terpuruk. Sehingga perlu adanya bantuan pembiayaan pendidikan agar pendidikan dapat berjalan dengan normal kembali. 

Selain itu, yang ketiga yakni pendidikan merupakan modal dasar pengembangan kemajuan sebuah daerah dan negara. "Tentunya dengan SDM yang bagus, negara ini akan maju, utamanya di Kabupaten Malang," tuturnya. 

Selanjutnya pria yang juga merupakan warga Nahdliyyin ini menuturkan bahwa alasan keempat yang pada akhirnya pihaknya mengeluarkan kebijakan BOS Kabupaten Malang adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar apa yang diharapkan oleh pendidik bisa berjalan dengan lancar. 

"Berikutnya dari Undang-Undang 1945 dan Sisdiknas (sistem pendidikan nasional, red) diwajibkan bagi daerah untuk memberikan anggaran untuk pendidikan 20 persen. Sehingga dengan demikian maka salah satu program untuk meningkatkan pendidikan adalah dengan berikan bantuan biaya untuk pendidikan yang memadai," jelas pria yang merupakam politisi PDI Perjuangan ini. 

Sementara itu, pria yang saat ini mencalonkan kembali sebagai Calon Bupati Malang pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 ini menegaskan bahwa jika dirinya terpilih menjadi Bupati Malang kembali akan mengusulkan program BOS Kabupaten Malang dengan nominal yang lebih besar. 

"Tentunya kalau saya kepilih lagi itu anggaran BOSKAB nya kita tambahi lagi, yang kemarin itu kan baru 30 ribu untuk SD dan 35 ribu untuk SMP. Lah ke depan untuk yang SD 50 ribu, yang untuk SMP 75 ribu dengan persetujuan dewan," tandasnya. 

Hal itu dilakukan oleh Sanusi nantinya beserta jajaran di bawahnya untuk mewujudkan sekolah gratis di Kabupaten Malang agar benar-benar tercapai dan dapat dirasakan oleh semua pihak.