Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Slamet Sunarto bersama Choirurrohim anggota DPRD Kabupaten Tulungagung komisi B (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Slamet Sunarto bersama Choirurrohim anggota DPRD Kabupaten Tulungagung komisi B (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)

Badai virus Covid-19 membuat pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Tulungagung harus menahan nafas panjang. Sulitnya ekonomi berdampak pada penurunan daya beli masyarakat yang akhirnya juga berimbas pada pelaku usaha kecil menengah dan mikro (UMKM).

"Pandemi Covid-19, membuat UMKM mengalami penurunan omzet sekitar 60%," Kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tulungagung, Slamet Sunarto, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga : Ciptakan Calon Karyawan Unggul dan Berkualitas, FIFGROUP Gelar Program Recruitment Partner Digital Forum

Bentuk perlindungan yang diberikan dinas, lanjutnya, mengarahkan para pelaku UMKM untuk masuk digital marketing dan memberi pelatihan peningkatan kapasitas usaha.

Slamet mengungkapkan saat ini dinasnya berkolaborasi dengan anggota DPRD Tulungagung Komisi B Choirurrohim untuk melakukan pembinaan dan pelatihan aneka souvenir bagi wirausaha pemula di Kecamatan Ngunut.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tulungagung ini juga membeberkan, dalam RPJMD Tulungagung pertumbuhan UMKM ditargetkan meningkat 1%.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Tulungagung Komisi B, Choirurrohim mengatakan pembinaan dan pelatihan terhadap wirausaha pemula merupakan langkah kreatif, sederhana, tapi menjadi bagian dari kreativitas ekonomi yang menjanjikan.

"Ini bisa disebut pelatihan handycraft, ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat," kata pria yang akrab disapa Gus Kerur itu.

Menurutnya, souvenir hari ini menjadi bagian tersendiri dari masyarakat karena menjadi trend kebutuhan pada waktu pesta pernikahan, ulang tahun dan lainnya.

Baca Juga : Wedding Trend 2021 Exhibition Akan Gairahkan Kembali Industri Pernikahan

Politisi PKB ini berharap, tren kebutuhan souvenir di Tulungagung bisa dipenuhi oleh para pelaku UMKM itu sendiri sehingga kemandirian ekonomi yang menjadi tujuan pembangunan bisa terwujud.

Selain itu, bahan-bahan yang dipakai dalam produksi souvenir ini sangat dekat dengan lingkungan misalnya botol bekas, kain perca dan lain-lain.

Sebagai anggota Komisi B yang membidangi perekonomian dan kesejahteraan, ia akan terus melakukan kolaborasi dengan instansi terkait dan mendorong pelaku usaha pemula untuk terus menghidupkan unit-unit usaha masyarakat.