Bu Murni saat menerima MadiunTIMES di galeri batik Murni. (Foto: Dokumen JatimTIMES)
Bu Murni saat menerima MadiunTIMES di galeri batik Murni. (Foto: Dokumen JatimTIMES)

Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, berupaya mengembangkan industri kerajinan batik khas setempat agar dikenal masyarakat luas. Hal itu pernah di sampaikan oleh Wali Kota Madiun Maidi beberapa waktu lalu.

Keberadaan pengrajin batik ini memang benar adanya. Tidak hanya itu, Kota Madiun memiliki sejumlah motif batik yang menjadi ciri khas daerah setempat yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. 

Baca Juga : Dulu Jualan Minyak Tanah Pakai Seragam Polisi, Kini Kondisi Mbah Atim Memprihatinkan

Hal ini terbukti saat MadiunTIMES menyambangi Galeri Batik Murni, Selasa (24-11-2020) di Jalan Halmahera No 14 Madiun. Bertemu dengan pemiliknya, Bu Murni, banyak sekali pengalaman yang dibagikan. 

"Di galeri ini tersedia beberapa motif batik, di antaranya motif batik pecel land, keris Retno Dumilah, madumongso, jeruk nambangan dan lainnya," tuturnya.

Menurutnya, sekalipun masa pandemi, galeri batiknya masih banyak dijadikan jujukan oleh penggemar batik dari berbagai daerah. Saat ini, permintaan batik semakin meningkat. 

Dia menyebut, batik pecel land dan motif keris Retno Dumilah masih menjadi incaran kolektor dan penggemar batik. Selain untuk membeli batik, Galeri Batik Murni dikemas sebagai tempat edukasi dan wisata batik. 

Hampir setiap minggu, permintaan dari beberapa instansi untuk memberikan pelatihan batik terus berdatangan. Hal ini menunjukkan keberadaan Galeri Batik Murni sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan penghobi batik. 

“Hampir setiap minggu ada permintaan untuk mengisi pelatihan batik di beberapa instansi pemerintah dan swasta. Terkadang mereka penghobi batik datang ke galeri kita untuk melihat langsung proses penggoresan canting di kain atau sekedar berfoto di galeri ini,” tuturnya. 

Baca Juga : Beban Berat Duda Bersama Anak, Bimbang Menyendiri atau Kawin lagi, Ini Kata Pakar

Untuk memperkuat branding dan pemasaran, Murni kerap mengikuti pameran-pameran batik di Indonesia bahkan sampai ke Belanda, Singapura, dan Thailand. Wajar saja, karena di samping pengelola galeri batik, Murni adalah seorang Asessor Batik Indonesia. 

Hasil karyanya sudah banyak memenangkan kejuaraan. Seperti pada tahun 2018, dia berhasil menyabet juara 1 Dekranasda Jawa Timur dan pada event 2020 menyabet juara harapan. 

"Kita sering mengikuti event kejuaraan batik, salah satu contohnya pada 2018 lalu kita berhasil menjadi juara satu Dekranasda Jatim. Dukungan Pemkot Madiun juga sangat besar, misalnya ibu wali kota yang turut tampil mengenalkan batik ini," pungkasnya.