Sonny T. Danaparamita, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) punya kesan mendalam pada sosok Ipuk Fiestiandani, calon bupati (Cabup) Banyuwangi. Politikus asal PDI Perjuangan ini menyatakan, mulanya mengenal sosok Cabup Banyuwangi Ipuk yang berpasangan dengan H. Sugirah, sebagai calon wakil bupati (Cawabup) adalah sosok perempuan yang biasa-biasa saja tidak terlalu menonjol.
“Namun setelah berinteraksi bersinggungan dan mengetahui cara Mbak Ipuk menyerap aspirasi masyarakat di lapangan ternyata Mbak Ipuk merupakan sosok yang luar biasa," kata Sonny T. Danaparamita, Anggota DPR RI di kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Selasa, (24/11).
Baca Juga : Debat Cawabup, Ketua Projo Banyuwangi: Sugirah Imbangi Gus Riza
Menurut dia selama hampir sepuluh tahun Bupati Abdullah Azwar Anas memimpin Banyuwangi dikenal sebagai bupati yang hebat dan mendapatkan banyak penghargaan memang benar adanya. Dan di balik kehebatan bupati Azwar Anas ternyata memiliki seorang pendamping / sosok istri yang luar biasa yaitu Mbak Ipuk.
Sonny menuturkan sebenarnya dia keliling turun menemui masyarakat menjalankan tugas dan kewajiban sebagai anggota DPR untuk mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat Banyuwangi. “Kebetulan saat ini momentumnya bersamaan dengan mendekati pilkada dan semuanya berharap gaya kepemimpinan yang ngayomi diharapkan akan terus berlanjut dan gaya seperti itu ada pada sosok Mbak Ipuk,” jelasnya.
Legislator Senayan asal kecamatan Genteng itu menambahkan pendapat sebagian masyarakat yang menyatakan Ipuk maju menjadi bupati karena hanya ikut-ikutan dan faktor bupati Anas tidak terbukti.
Kenyataan dalam debat cabup pertama Mbak Ipuk mampu menunjukan keunggulan kualitasnya. Hanya orang menguasai permasalahan dan memiliki kapasitas dalam banyak hal mampu menjelaskan bagaimana gambaran Banyuwangi hari ini dan proyeksi Banyuwangi di masa yang akan datang dengan gaya dan bahasa yang santun cerdas dan lugas ,”imbuhnya.
Baca Juga : Kreasi Pemkab Banyuwangi Dorong Masyarakat Gemar Makan Ikan
Dengan sisa waktu kampanye yang ada, menurut Sonny, PDI Perjuangan sebagai partai politik terbesar di Banyuwangi fokus untuk menjaga rumah sendiri karena berdasarkan survey dan polling yang menjadi salah satu parameter memenangkan pilkada, sampai saat ini PDI Perjuangan merupakan parpol yang solid dan loyalitas kadernya cukup baik dan angkanya diatas 80 persen. Namun demikian pihaknya juga melakukan ekstensifikasi dengan adanya gerakan masyarakat dan para relawan yang memberikan dukungan dan siap memenangkan paslon Ipuk-H. Sugirah dalam pilkada Banyuwangi mendatang.
Selanjutnya terkait dengan adanya isu yang beredar bahwa paslon nomor 2 memiliki uang banyak, hal tersebut dibantah oleh Sonny. Menurut dia kondisi yang sebenarnya sama-sama memiliki sumber dana yang terbatas sehingga semua harus bergotong royong. ”Sehingga kami juga setuju dan mendukung adanya gerakan tolak politik uang atau praktek Money politics yang merusak demokrasi. Kami ingin membuktikan menjadi pemenang pilkada Banyuwangi dengan cara yang bermartabat,” ujar Sonny mengakhiri wawancara.