Ondho / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Ondho / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Tak semua orang punya keahlian memanjat, terkadang perlu alat bantu.  Seperti halnya untuk keperluan memanjat pohon yang tinggi. Jauh sebelum kehadiran tangga berbahan besi, aluminium dan plastik, di Tulungagung alat bantu tangga yang digunakan berbahan bambu. Alat panjat ini dikenal dengan nama  Ondho.

"Setahu saya sejak dulu ada ondho ini, siapa yang memulai tidak tau. Lha wong dari mbah buyut saya sudah ada," kata Daim (85), warga Tulungagung yang juga mantan pemanjat kelapa.

Baca Juga : Diserbu Video dan Foto Hot Mirip Gisel, Admin Group Facebook di Tulungagung Kalang-kabut

Meski terkesan sederhana, membuat Ondho juga ada tata cara dan pemilihan bambu apa yang tepat digunakan. "Karena harus dipindah-pindah, ondho ini tidak boleh terlalu berat tapi harus kuat," jelasnya.

Bambu atau Pring dalam bahasa Jawa, memiliki berbagai ragam jenis di antaranya bambu kuning (pring kuning), bambu cendhani, bambu apus, bambu wuluh, dheling, petung, dan bambu ori.

"Jika jenis bambu sudah pas dengan keinginan, maka potongnya juga di bulan yang tepat. Jangan bulan yang ada kata R nya, ini antara bulan September sampai April," ulasnya.

Jika ada huruf R di bulan potong, orang jawa percaya itu masih banyak mengandung air di pohon sehingga jika memotong rentan pada hewan nonol (pelapuk kayu). "Jika mau awet potong bambu atau pohon apapun di bulan Mei sampai Agustus," jelasnya.

Kembali ke bambu sebagai bahan Ondho, nama bambu dipercaya punya makna filosofis. Di antaranya, Pring Dheling artinya Kendhel lan Eling, Pring Ori artinya urip iku..mati kabeh seng urip mesti bakale mati. 

Baca Juga : Ratusan Wanita Ramai-Ramai Mandi di Sungai, Ada Apa?

Kemudian Pring Wuluh, artinya urip iku tuwuh ojo mung emboh ethok-ethok ora eruh. Lalu Pring Cendhani, urip iku wani ngadepi ojo mlayu mergo wedhi.

Pring Kuning, bermakna urip iku eling wajib podo eling marang sing peparing. Pring Apus, urip iku lampus dadi wong urip ojo apus-apus. Selanjutnya Pring Petung dimaknai urip iku suwung senajan suwung nanging ojo podo nganti bingung.