Gelandang Persik Kediri Krisna Bayu Otto usai menjalani latihan.(eko arif s/Jatimtimes)
Gelandang Persik Kediri Krisna Bayu Otto usai menjalani latihan.(eko arif s/Jatimtimes)

Persik Kediri memang telah meliburkan tim semenjak Oktober 2020 akibat kompetisi kembali mengalami penundaan. Namun, kondisi itu tidak membuat penggawa Persik hanya berdiam diri  di rumah. Agenda latihan terjadwal pun dilakukan untuk menjaga kondisi fisik dan sentuhan terhadap bola.

Seperti itu yang dilakukan gelandang energik Persik Krisna Bayu Otto. Dalam seminggu, ia meluangkan waktu untuk latihan sebanyak 5 kali.

Baca Juga : Aremania Minta 'Satu' Arema, Wali Kota Malang dan Ketua DPRD Kota Malang Ambil Sikap

Metode latihan yang diterapkan pun bervariasi, mulai dari endurance (ketahanan), kecepatan, kekuatan otot dengan melakukan gym seminggu dua kali. Dan untuk menjaga sentuhan bola (feeling ball), ia menerapkan latihan teknik dasar sepak bola seperti drible, passing, kontrol dan shoot.

"Latihan rutin terus saya lakukan agar pada saat kompetisi sudah dinyatakan kembali digulirkan, maka secara keseluruhan saya sudah dalam kondisi siap," kata dia.

Menurut Otto, latihan tambahan dinilai penting, mengingat sekarang ini ia bermain di level tertinggi di kompetisi sepak bola tanah air.

"Latihan tambahan perlu saya lakukan seperti hal nya nge-gym. Melihat postur tubuh saya yang kecil, ini tentu saya latihan penambahan masa otot perlu saya lakukan agar bila terlibat body contact,  saya tidak gampang jatuh," ungkapnya.

Lebih lanjut, Otto berharap agar kondisi pandemi covid-19 segera berakhir. Hal ini agar kompetisi sepak bola tanah air dapat segera bergulir dengan keadaan normal.

Baca Juga : Jalanan Depan Balai Kota Malang Dijadikan Tempat Sepak Bola Jalanan AFC Vs AI

Diketahui, kompetisi sepak bola tanah air kembali mengalami penundaan untuk kali kesekian lantaran kondisi pandemi masih belum juga mereda. Hal ini membuat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) masih belum berani mengeluarkan izin keramaian.