Produsen Arang Kayu Desa Wringinrejo kecamatan Gambiran Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Produsen Arang Kayu Desa Wringinrejo kecamatan Gambiran Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Janji politik peningkatan kelas  Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) yang diusung  Pasangan Calon (paslon) Bupati-Wabup Banyuwangi Nomor Urut 02 Ipuk Fiestiandani Azwar Anas- H. Sugirah (Ipuk-H. Sugirah) disambut baik masyarakat.

Salah satunya M. Soleh Pradana, pembuat arang kayu dan arang batok di Dusun Mulyorejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Dia cukup antusias dan gembira menunggu realisasi program peningkatan UMKM. Baginya, program tersebut sangat dinanti masyarakat. Khususnya masyarakat yang ada di pedesaan. Selama ini usaha kecil yang ditekuni  berjalan nyaris tidak pernah mendapat perhatian dan support dari instansi manapun di Banyuwangi.

Baca Juga : Cara Rasulullah SAW Menghadapi Masalah, Umat Muslim Wajib Tahu

"Kami jelas sangat mendukung, jika peningkatan kelas UMKM menjadi prioritas program Paslon nomor urut 2 Ipuk-H Sugirah," jelas M. Soleh di sela-sela melakukan  kegiatan rutinnya memproduksi arang di tempat usahanya.

Dalam memproduksi arang kayu, Soleh melibatkan warga di sekitar lingkungannya, khususnya wanita untuk tenaga pemilah hasil produksi dan pengemasan untuk dipasarkan kepada konsumen. "Selain mendapatkan upah, mereka juga mendapatkan ilmu cara pembuatan arang," imbuhnya.

Dia menuturkan, untuk bahan baku pembuatan arang produksinya selama ini dengan memanfaatkan limbah kayu pohon jeruk dan aneka macam pohon keras lain seperti;  pohon lamtoro, rambutan, batok kelapa dan lain sebagainya. Dia mengaku untuk bahan baku sampai saat ini mudah mendapatkan sehingga produksi arangnya tetap jalan dengan lancar.

Selanjutnya Soleh menambahkan untuk pemasaran arang produksinya selama ini tidak merasa kesulitan. Hasil produksi selain dijual pada konsumen Banyuwangi, juga dikirimkan ke Jember, Bali dan beberapa kabupaten/kota yang lain. Namun untuk proses produksi salah satu kendalannya adalah pada alat mesin pembuatan arang. ”Kendalanya kami hanya pada alat produksi, semoga paslon Ipuk-H.Sugirah memberikan bantuan mesin briket arang agar lebih bermutu dan berkualitas," ujarnya.

Baca Juga : Harapan Petani Kepada Paslon Ipuk-Sugirah: Buatlah Kami Tersenyum

Kelebihan produksi arang di tempat M. Sholeh adalah, selain produk arang yang dijual, limbahnya yang dari batok kelapa ternyata laku dijual untuk bahan campuran pupuk organik. Selain itu turunan proses pembuatan arang batok kelapa juga menghasilkan asap cair yang baik untuk menanggulangi hama yang ramah lingkungan. Lebih dari itu pelet arang bisa dimanfaatkan warga masyarakat sebagai media tanam bunga anggrek.

"Tambak udang sebagian juga menggunakan arang untuk filter airnya. Kami juga pernah mengikuti pameran ekonomi kreatif di Banyuwangi. Saya pribadi sangat mendukung program peningkatan kelas UMKM. Karena membuka kesempatan/ lowongan pekerjaan bagi masyarakat sekitar," pungkas M. Soleh.