Hajjah Minuk Uliawati (pakai kacamata) istri H Yusuf Widyatmoko Cabup Banyuwangi paslon nomor urut 1 Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Hajjah Minuk Uliawati (pakai kacamata) istri H Yusuf Widyatmoko Cabup Banyuwangi paslon nomor urut 1 Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Para istri kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi tak mau berpangku tangan. Di saat pasangan hidupnya berjuang merebut simpati, para istri ini pun tak mau ketinggalan membantu dan mendampinginya. 

Sosok istri yang terlibat langsung dalam kontestasi pilkada kali ini adalah Hajjah Minuk Uliawati (istri H Yusuf Widyatmoko, cabup paslon nomor urut 10 dan Hajjah Budi Sayekti Sri Indarwati (istri H Sugirah cawabup paslon nomor urut 2).

Baca Juga : Peringati Hari Santri, Sidang Paripurna DPRD Kota Malang Diwarnai Sarung dan Peci

Dalam tahapan kampanye pilbup Banyuwangi tahun ini membuat Hajjah Minuk, ikut membantu menemui warga masyarakat yang belum sempat didatangi oleh sang suaminya agar membantu kelancaran dan kesuksesan dalam perjuangan menjadi bupati Banyuwangi. Ternyata sambutan dan antusiasme masyarakat terhadap sang suami cukup tinggi terbukti semakin hari jumlah relawan semakin bertambah.

Selanjutnya Minuk menyadari keterbatasan sumber dana yang dimiliki paslon Mas Yusuf-Gus Riza, namun dia yakin masyarakat Banyuwangi semakin menyadari situasi dan kondisi yang ada. ”Uang memang diperlukan namun bukan segala-galanya. Yang penting program pembangunan yang bagus untuk dijalankan dengan jujur amanah dan baik. Ternyata iming-iming uang Rp 50 ribu sampai dengan Rp. 200 ribu mengakibatkan proses pembangunan di sebagian desa tidak bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan,” jelasnya.

Kemudian bagi putra-putri yang kebetulan kerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dia menyadari tidak boleh terlibat politik praktis namun yakin memiliki teknik dan strategi sendiri untuk membantu secara optimal perjuangan orangtuanya yang ingin mengabdi membangun Banyuwangi yang lebih maju dan lebih baik.

Bahkan agar maksimal dalam mendampingi suaminya dalam kampanye, Hajjah Minuk  mengajukan cuti dari kepengurusan organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Adapun alasannya agar tidak terjadi konflik kepentingan pemerintah dengan pribadi dan tidak memanfaatkan fasilitas negara dalam proses kampanye, selain memang ada larangan bagi pengurus PKK untuk terlibat politik prakstis.

Selain melakukan ikhtiar lahir yang maksimal, Hajjah Minuk juga selalu memanjatkan doa dalam setiap kesempatan.”Yang namanya berdoa minimal selesai mengerjakan sholat ya kami meminta kepada AllAh SWT. Kemudian minta bantuan dan keikhlasan semua warga Banyuwangi untuk berdoa agar perjuangan Mas Yusuf-Gus Riza mendapatkan ridlo dan dikabulkan untuk menjadi pasangan bupati-wakil bupati Banyuwangi,” imbuhnya.

Sementara Hajjah Budi Sayekti Sri Indarwati (istri H Sugirah cawabup paslon nomor urut 2) merupakan satu-satunya pendamping calon yang hadir secara langsung pada saat pengundian nomor urut paslon bupati-wakil bupati Banyuwangi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi beberapa waktu yang lalu.

Hajjah Budi dalam kesempatan tersebut menceritakan sedikit riwayat hidup dan perjuangan suaminya  H Sugirah yang merupakan petani tulen dan sosok pekerja keras yang ulet dan memulai semuanya dari nol sehingga mampu meraih sukses dalam politik maupun dalam sisi ekonomi untuk menghidupi keluarganya di desa Seneporejo kecamatan Siliragung Banyuwangi. 

Baca Juga : Susun Anggaran Tahun 2021, Wakil Rakyat Banyuwangi Berguru ke Depok

”Dalam perjalanan untuk menjadi DPRD Banyuwangi saya sendiri ikut langsung mendampingi  H Girah menemui masyarakat yang ada di Dapil IV Banyuwangi sehingga menjadi anggota dewan selama dua periode,” ujar perempuan yang tampil bersahaja itu.

Selanjutnya dalam perjuangan menjadi wakil bupati Banyuwangi kali ini, putranya yang baru lulus dari Perguruan Tinggi membantu menemani sang ayah berjuang di lapangan yang tentunya meringankan tugas dan kewajibannya sebagai istri menjadi pendamping sang suami yang tengah berjuang.

Sebagai tokoh yang memiliki latar belakang sebagai petani, tampilnya H Girah menjadi pendamping cabup Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mendapat Support dan dukungan yang luar biasa dari para petani lombok, pemilik kebun jeruk dan buah naga yang selama ini menjadi mitra kerja H Girah.

Pada saat pengundian nomor urut paslon bupati-wakil bupati Banyuwangi beberapa waktu lalu sebenarnya dia berharap mendapatkan nomor urut 1, namun dalam kenyataan justru mendapatkan nomor urut 2.

Menyadari beratnya tugas dan tanggung jawab sang suami dalam menjalankan tugas perintah dan amanat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) secara tegak lurus, Hajjah Budi selalu memanjatkan doa kepada Tuhan agar selalu memberikan kepada H Girah suaminya kesehatan keselamatan dan kekuatan serta kesuksesan menjadi pemenang dalam pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.