Petugas Kesehatan saat memberikan layanan imunisasi di Puskesmas Mulyorejo. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Petugas Kesehatan saat memberikan layanan imunisasi di Puskesmas Mulyorejo. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Tak dapat dipungkiri, rasa khawatir masih menyembul di benak masyarakat Kota Malang untuk mengakses layanan kesehatan di tengah pandemi covid-19. Apalagi jika seorang itu masuk dalam kategori rentan tertular, seperti seorang ibu yang memiliki bayi atau balita.

Padahal, tumbuh kembang bayi dan balita harus terpantau secara maksimal dengan pemberian vitamin atau vaksin untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Namun, bayi juga rentan tertular virus covid-19.

Baca Juga : Pembinaan Narapidana semakin Lengkap, dengan Hadirnya SAE dan Jagongan Jail

Hal inilah yang membuat para orang tua cukup khawatir, tapi tetap harus memaksimalkan kebutuhan asupan bagi tubuh si anak agar tetap sehat.

Beberapa survei yang dilakukan MalangTIMES, para orang tua ini memang ada yang mengakses layanan imunisasi di puskesmas. Ada yang merasa nyaman karena pelayanan lebih cepat dilakukan. Meski begitu, ada juga yang merasa tetap khawatir. Bahkan ada yang melakukan pemantauan terlebih dulu sebelum membawa anaknya untuk imunisasi di puskesmas.

Seperti apa pendapat mereka? Izzatinnisa, salah satu warga Kota Malang, mengaku merasa tidak nyaman dan masih khawatir jika harus membawa anaknya untuk imunisasi dengan mengakses layanan kesehatan di puskesmas.

"Sebetulnya kalau anak saya ini tinggal imunisasi vitamin A. Tapi karena posyandu tutup, kan harusnya di puskesmas. Hanya, saya masih merasa tidak nyaman dan khawatir," ungkapnya.

Izzatinnisa sempat akan membawa anaknya imunisasi ke Puskesmas Bareng kala itu, namun diurungkannya. Itu lantaran suasana yang dirasa masih crowded.

Menurut Izzatinnisa, karena masih ada jadwal lagi bulan Feburari 2021 mendatang, maka ia memutuskan untuk memundurkan imunisasi bagi anaknya. Harapannya, tahun depan, situasi tidak se-crowded saat ini.

"Puskesmas cukup crowded. Dan biasanya yang setiap hari bisa (melayani imunisasi), ini kan hanya Sabtu. Dan saya sempat memantau suasana puskesmas. Rasanya takut. Ya akhirnya saya urungkan dan menunda ke Februari tahun depan saja nanti," katanya.

Lain halnya dengan Aninda Dwi. Meski masih khawatir, dia tetap membawa anaknya ke layanan puskesmas. Hanya, dia memilih waktu yang lebih siang agar tidak begitu banyak bertemu dengan pengunjung lainnya.

"Sebenarnya lebih nyaman yang sebelum pandemi karena lebih mudah dan nggak takut juga. Sekarang takut. Nyari jam-nya agak siang biar sepi. Dulu bisa ke posyandu wilayah saja. Ini harus ke puskesmas," ungkapnya.

Beberapa warga lebih memilih mengimunisasikan anaknya ke bidan dan ke rumah sakit. Selain karena lebih nyaman, mereka juga meneruskan  tahapan imunisasi yang didapatkan sebelumnya.

Tarisha Diaz salah satunya yang mengakses layanan imunisasi di salah satu rumah sakit ibu dan anak di Kota Malang. Selain karena lebih percaya dan nyaman, dia merasa sistem antreannya juga lebih cepat.

"Apa ya? Kepercayaan saja sih. Kebetulan karena memang lahirannya di rumah sakit. Jadi meneruskan. Terus masalah antrean. Kalau di puskesmas itu ya gimana ya. Sedangkan kalau di rumah sakit booking online. Sudah gitu di rumah sakit nggak sumuk (kepanasan) saat harus menunggu. Kalaupun antre, nggak terlalu padat," ucapnya.

Masyarakat saat mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Kedungkandang.

Meski tak menampik jika memiliki kekhawatiran tersendiri, Tarisha mengaku imunisasi tetap harus dijalankan untuk menjaga daya tahan tubuh dan tumbuh kembang anaknya. "Ada (khawatir). Makanya anak saya belikan face shield untuk keamanan," katanya.

Baca Juga : Mendekam di Lapas, Napi Ini semakin Produktif, Bangga saat Karya Dikoleksi Menteri

Ibu lainnya, Winda Ika, mengaku tak pernah mengakses layanan imunisasi di puskesmas. Terlebih saat pandemi covid-19. Dia memaksimalkan layanan di bidan langganannya.

"Nggak pernah ya imunisasi di puskesmas. Masih takut. Selama ini juga mesti ke bidan. Kalau posyandu, biasanya juga timbang saja. Itu pun sekarang vaksinnya juga karena pandemi banyak yang kosong. Jadi, jadwalnya mundur dan terhenti gitu," ujarnya.

Sementara, Rosa Damayanti salah satu yang menilai pelayanan kesehatan di puskesmas di masa pandemi covid-19 malah lebih nyaman. Ia, yang biasanya mengakses untuk imunisasi anaknya, merasa lebih cepat ditangani dibandingkan dengan sebelum pandemi.

Layanan imunisasi juga dibedakan dengan pasien umum lainnya. "Bagus yang sekarang. Lebih ramah juga. Terus di loket itu langsung dilayani. Beda pokoknya dengan yang dulu," ujarnya.

Anis Widiyatuti juga berpendapat sama. Kenyamanan lebih dirasakan meski harus pakai masker dan pembatasan akses saat harus melaksanakan imunisasi di puskesmas.

"Bedanya ya, sekarang ini lebih cepat, langsung ditangani, dulu harus antre," ungkapnya.

Tak jauh berbeda dinyatakan Desi Hartanti yang tengah melakukan pengecekan tekanan darah. Menurut dia, layanan kesehatan di puskesmas lebih tertata, bahkan semakin bersih di masa pandemi covid-19.

"Saya sih lebih senang sekarang ya. Cepat dan bersih. Nggak kotor. Bagi saya pribadi, iya (lebih nyaman meski harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19)," kata dia.

Dita Dayu juga mengungkapkan hal yang sama. Dirinya sebagai ibu hamil malah merasa lebih nyaman memeriksakan diri di masa pandemi covid-19. Dia merasa keamanan dan kenyamanan lebih terjaga. Nyaman sekarang karena pakai masker. Pelayanan lebih cepat. Antre dulu lama. Sekarang lebih enakan saja meski harus protokol kesehatan," paparnya.