Dandim 0808/Blitar Letkol Arh Dian Musriyanto kunjungi Monumen Tugu Trisula
Dandim 0808/Blitar Letkol Arh Dian Musriyanto kunjungi Monumen Tugu Trisula

Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Arh Dian Musriyanto melaksanakan kunjungan ke Monumen Trisula di Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Kamis (30/9/2020). Kunjungan ini dalam rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 30 Oktober. 

Bukan sekedar seremonial, kedatangan  Dandim 0808/Blitar dan rombongan ini dalam rangka memberikan penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan dan pejuang pendahulu yang telah gugur dalam menumpas gerakan pemberontakan PKI, khususnya di Blitar selatan. 

Baca Juga : Penjelasan Kadisperta Jombang Soal Penggeledahan Penyidik Kejaksaan di Kantornya

“Monumen Tugu Trisula merupakan monumen bersejarah di Kabupaten Blitar, Monumen ini didirikan untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur menumpas gerakan PKI di Blitar selatan pada Tahun 1968,” terang Dandim. 

Dikatakannya, generasi muda wajib untuk tahu sejarah perjuangan Operasi Trisula. Ya, Operasi Trisula adalah operasi penumpasan gerakan PKI di Blitar selatan pada tahun 1968 oleh Brigade Infanteri Lintas Udara18/Trisula. Operasi ini dipimpin  oleh Danbrigif Linud 18 pertama Kolonel Inf Witarmin. 

"Sebagai generasi penerus bangsa, sudah kewajiban kita untuk menjaga dan merawat Monumen Trisula. Ini sebagai tanda penghargaan dan penghormatan jasa para pejuang yang telah gugur yang tergabung dalam Operasi Trisula Tahun 1968, operasi menumpas gerakan PKI di Blitar selatan,” pungkasnya. 

Monumen Tugu Trisula merupakan salah satu monumen bersejarah di Kabupaten Blitar. Tepatnya berada di Desa Bakung yang berada di daerah Blitar Selatan.  Monumen Trisula ini berdiri di atas tanah yang luasnya lebih kurang 5.625 m2. Monumen bersejarah ini dapat ditempuh dengan jarak sekitar 28 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Blitar.

Monumen bersejarah ini diresmikan pada 18 Desember 1972 oleh M. Yasin yang saat itu menjabat sebagai Letnan Jenderal TNI AD yang bertugas sebagai Deputi Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.  Tujuannya untuk mengenang perjuangan Operasi Trisula pada 1968 oleh Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Trisula yang dipimpin langsung oleh Danbrigif Linud 18 pertama Kolonen Inf Witarmin. Didirikan untuk mengenang jasa pahlawan dalam melakukan pemberantasan G.30.S/PKI tahun 1965.

Baca Juga : Dandim 0808/Blitar: Jangan Lupa Jaga Kesehatan, Itu Penting

Sejarah telah menunjukan bahwa PKI selalu berusaha merongrong kedaulatan NKRI dan menggulingkan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia dengan paham Komunisme. Mulai dari peristiwa pemberontakan PKI pada tahun 1948 di madiun dan pemberontakan-pemberontakan di sejumlah daerah.

Setelah PKI gagal dalam menggulingkan pemerintahan Negara Republik Indonesia yang sah dengan gerakan yang kita kenal sebagai G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965, di mana mereka dapat dilumpuhkan berkat ketegasan dan ketetapan tindakan Pangkostrad Mayor Jendral TNI Soeharto bersama ABRI dan rakyat.

Para tokoh dan pimpinan PKI yang belum dapat tertangkap banyak yang melarikan diri dari kota-kota besar menuju ke pelosok-pelosok desa yang sulit dijangkau. Terutama wilayah miskin dan terbelakang untuk berlindung dan menyelamatkan diri. Salah satu daerah yang menjadi tujuan dari tokoh dan anggota PKI adalah Kecamatan Bakung di Kabupaten Blitar.