Penampakan dari liar Hotel milik Utsman bin Affan (Alman Mulyana)
Penampakan dari liar Hotel milik Utsman bin Affan (Alman Mulyana)

Rasulullah SAW selalu mencontohkan kepada umatnya untuk melakukan perbuatan baik. Salah satunya adalah melakukan sedekah kepada mereka yang membutuhkan. Karena pahala sedekah akan terus mengalir meskipun yang beribadah tersebut telah meninggal dunia.

Kisah inspiratif tentang sedekah itu salah satunya ditunjukkan oleh sahabat utama Rasulullah SAW, Utsman bin Affan. Meski telah wafat, jasa Utsman untuk umat muslim terus mengalir hingga hari ini. Sedekah dari sosok Utsman masih berjalan hingga ribuan tahun lamanya.

Baca Juga : Para Nabi Dibuat Cemburu, ini Keistimewaan Orang yang Saling Mencintai di Hari Kiamat

Utsman bin Affan memang dikenal sebagai sahabat Rasulullah SAW yang sangat kaya raya, sekaligus dermawan. Sampai saat ini bahkan Utsman memiliki sebuah rekening atas namanya.

Bahkan, saat ini Utsman memiliki sebuah hotel berbintang lima yang sangat bagus dan terletak di kawasan strategis, dekat Masjid Nabawi. Hotel tersebut terus dikelola oleh pemerintah setempat dan keuntungannya diberikan untuk melakukan sedekah kembali.

Dalam channel YouTube Alman Mulyana, hotel itu terlihat megah dari luar. Hotel menjulang tinggi layaknya hotel-hotel pada umumnya. Konon di dalamnya dilengkapi berbagai fasilitas istimewa kelas internasional. Para wisatawan dan jemaah haji dan umrah pun sering menjadikan hotel milik Utsman bin Affan tersebut sebagai penginapan.

Dijelaskan Alman, hotel bernama Ramadha tersebut tak jauh dari Masjid Nabawi. Saat keluar dari pintu 22, maka beberapa ratus meter kemudian akan ada sebuah monumen jam dan tinggal belok kiri. Tak jauh di sana akan berdiri hotel tersebut.

"Satu-satunya sahabat Rasulullah yang hasil wakafnya aktif sampai sekarang adalah wakaf dari Utsman bin Affan. Di sini tertera mama Utsman bin Affan sebagai owner atau pemilik hotel," terang Alman.

Sebagai informasi, awal mula sedekah luar biasa Utsman itu adalah saat Utsman membebaskan sebuah sumur milik orang Yahudi. Sumur itu bahkan masih digunakan sampai sekarang. Sumur yang awalnya diberikan untuk masyarakat yang membutuhkan itu terus dimanfaatkan.

Baca Juga : Ciri Mukmin yang Baik, Rasulullah SAW Ibaratkan Lebah

Saat itu, disekitaran sumur yang diwakafkan Utsman ternyata tumbuh pohon kurma. Pada masa Daulah Utsmaniyah, harta wakaf Utsman itu terus dipelihara hingga semakin berkembang, lalu disusul juga dipelihara oleh Pemerintah Saudi, hingga berjumlah 1.550 pohon.

Kurma dari pohon-pohon itu kemudian dijual dan dipasarkan oleh pemerintah setempat. Separo hasilnya diwakafkan kepada anak yatim piatu dan orang miskin. Kemudian setengahnya lagi ditabungkan atas nama Utsman bin Affan.

Tabungan Utsman pun terus membengkak, hingga pada akhirnya cukup untuk membangun sebuah hotel berbintang. Hotel kemudian dibangun pemerintah setempat, dan Utsman tetap sebagai pemiliknya.

Pengelolaan keuangan dan keuntungan dari hotel pun dilakukan pemerintah setempat. Kemudian menjadikannya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan. Dari berbagai sumber disebutkan jika keuntungan dari hotel berbintang lima tersebut luar biasa banyak.