Penyerapan aspirasi masyarakat reses II tahun anggota DPRD Provinsi Jatim masa jabatan 2019-2024 di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Penyerapan aspirasi masyarakat reses II tahun anggota DPRD Provinsi Jatim masa jabatan 2019-2024 di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

Pandemi wabah Covid-19 yang terjadi sejak bulan Maret 2020 lalu berdampak luar biasa bagi semua sektor kehidupan. Namun, masyarakat harus tetap bergerak, tidak patah semangat dan kuat dalam melanjutkan tugas dan kewajiban kehidupan di dunia ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Pranaya Yudha Mahardika, anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam Penyerapan Aspirasi Masyarakat Reses II Tahun Anggota DPRD Provinsi Jatim masa jabatan 2019-2024 di kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (19/9/2020)

Baca Juga : Ke Malang, Gubernur Jatim Gowes Bareng dan Bagi Masker ke Warga

Legislator kelahiran Surabaya itu menuturkan, dalam masa pandemi, program prioritas Gubernur Jatim bersama dengan anggota dewan provinsi selain fokus menangani wabah Covid-19, juga berupaya keras dalam program pemulihan (recovery) ekonomi masyarakat dengan meluncurkan berbagai program bantuan pada sektor UMKM, koperasi, perikanan dan sebagainya. 

Anggota Fraksi Golkar asal Dapil Jatim 4 (Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo) ini menambahkan, dengan adanya wabah Covid-19, beberapa anggaran program bagi anggota dewan dipangkas dan dialihkan untuk penanganan wabah.

”Untuk tahun 2021 ada beberapa program yang harus kami sosialisasikan dan menjelaskan kepada masyarakat, khususnya konstituen di dapil yang merupakan kewajiban dalam menggelar reses bagi anggota dewan,” jelas ayah dua anak itu.

Adapun program yang akan dilaksanakan Gubernur Jatim pada tahun 2021 antara lain, bantuan dana hibah koperasi, bantuan alat pengolah tanaman hasil pertanian dan perkebunan, bantuan alat tangkap ikan dan budi daya ikan lele dan sebagainya.

Terkait  permodalan, menurut Ketua DPD AMPI Provinsi Jatim itu, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 36 miliar  yang disalurkan melalui Bank Jatim sebesar Rp 10 miliar dan sisanya melalui Bank UMKM.

”Bagi desa wisata, Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyiapkan dana insentif sebagai upaya menggeliatkan sektor ekonomi masyarakat dalam suasana pandemi Covid-19,” jelas Yudha.

Baca Juga : Polresta Malang Kota Siap Dampingi Pemkot Jika Lakukan Penindakan Tempat Hiburan Malam

Sementara Umi Khulsum, Ketua Panitia Pelaksanaan Penyerapan Aspirasi Masyarakat Reses II Tahun Anggota DPRD Provinsi Jatim masa jabatan 2019-2024, mengungkapkan, dalam acara ini pihaknya mengundang sekitar 50 orang pengurus Himpunan Wanita Karya (HWK) dan Kelompok pengajian Al Hidayah Banyuwangi yang sebagian besar anggotanya merupakan pelaku usaha kuliner dan pelaku UMKM di Banyuwangi.

”Kami menyampaikan terima kasih kepada Mas Yudha yang memberikan kesempatan pada HWK dan Al Hidayah dalam mengikuti kegiatan penyerapan aspirasi. Termasuk kehadiran pimpinan BPR Jatim yang diharapkan mampu memberikan  solusi bagi ibu-ibu HWK dan Al Hidayah dalam menggerakan ekonomi masyarakat yang mengalami kelesuan akibat wabah Covid-19 di Banyuwangi,” ujar Umi.

Dalam acara  Pelaksanaan Penyerapan Aspirasi Masyarakat Reses II Tahun Anggota DPRD Provinsi Jatim juga diundang pimpinan dan beberapa staf BPR Jatim yang memaparkan program-program dalam membantu menghidupkan sektor UMKM, usaha kuliner dan  usaha kecil yang lain.