Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media seusai launching tim mobile covid hunter di Mapolres Malang, Rabu (16/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media seusai launching tim mobile covid hunter di Mapolres Malang, Rabu (16/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) yang dibeli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dua bulan lalu, akhirnya sudah bisa dimanfaatkan. Paeralatan yang dibeli menggunakan anggaran BTT (Biaya Tak Terduga) sebesar Rp 2 miliar itu, terhitung sejak Senin (14/9/2020) sudah dioperasikan oleh RSUD Kanjuruhan. 

"SOP (Standard Operational Procedure, red) sudah dibuat, namun karena ini masih barang baru, kami masih belum bisa maksimal," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo ketika ditemui awak media saat Launching tim Mobile Covid Hunter di Mapolres Malang, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga : Berantas Narkoba, BNN Kabupaten Blitar Gandeng Empat Stakeholder

Arbani mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya selama ini, mesin PCR hanya bisa menguji sample di bawah 100 sample dari masyarakat yang sedang menjalani pemeriksaan. "Tenaga di RSUD Kanjuruhan baru satu Shift jadi paling nggak hanya bisa satu Running. Satu Running itu kurang lebih 96 sample," tuturnya.

Sedangkan yang diharapkan Arbani, saat mesin PCR bekerja dapat beroperasi hingga tiga kaliRrunning yang dapat menguji sekitar 288 sample per hari dari masyarakat yang menjalani pemeriksaan. "Harapan kami paling nggak bisa tiga Running," harapnya.

Tapi lagi-lagi pihak Dinas Kesehatan terganjal oleh petugas kesehatan yang belum mencukupi. Karwea sementara ini petugas kesehatan yang bertugas dalam pengoperasian mesin PCR hanya terdapat satu Shift.

Hal itu yang menjadi catatan, khusus untuk pengujian sample dengan menggunakan mesin PCR, agar sesuai dengan tujuan awal diadakannya mesin PCR ini, yakni untuk mempercepat keluarnya hasil status masyarakat apakat terkonfirmasi positif Covid-19 atau negatif. "Bisa dijalankan maksimal targetnya dua minggu lagi," ujarnya.

Baca Juga : Angka Covid-19 Masih Tinggi, Legislatif Dorong Pemkot Malang Buat RS Darurat

Sementara itu, hingga sampai saat ini petugas kesehatan yang bertugas masih melakukan penyesuaian dengan mesin serta SOP. "Iya (masih penyesuaian, red). Dari SDM (Sumber Daya Manusia, red), SOP nya meskipun sudah ada, pastilah harus belajar lagi untuk menyesuaikan SOP itu tadi," pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang tersaji pada akun resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang pada hari Kamis (17/9/2020) pukul 12.48 WIB, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 863 orang. Sedangkan pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 berjumlah 751 dan sebanyak 55 orang meninggal dunia.