Simulasi Sispamkot Pilkada Serentak Tahun 2020 Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Simulasi Sispamkot Pilkada Serentak Tahun 2020 Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Hasil perhitungan suara pemilihan Bupati-Wakil Bupati yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi ditolak pendukung pasangan calon yang kalah. Penolakan itu ditunjukkan dengan menggelar aksi unjuk rasa di kantor KPU. 

Dalam aksi penolakan itu, massa merangsek masuk ke kantor KPU. Sebenarnya aparat kepolisian Banyuwangi sudah melarang aksi demo, namun para pendukung paslon yang kalah, tidak terima jagonya kalah. Mereka mencoba menerobos masuk kantor KPU Banyuwangi yang dijaga ketat oleh aparat keamanan. Masa aksi yang awalnya damai tersulut emosinya karena keinginan mereka tidak mendapat respons dari Komisioner KPU sehingga terjadi tindakan anarkis mulai perusakan, pembakaran dan penjarahan di sekitar lokasi demontrasi.

Baca Juga : Wadahi Kawula Muda, Cafe Paris H&R Jadi Tongkrongan Asyik

Namun aparat keamanan yang sudah melakukan antisipasi dan persiapan pengamanan yang maksimal akhirnya berhasil memukul mundur peserta aksi dan membukarkan demontrasi serta mampu memulihkan kondusifitas wilayah dengan cepat.

Adegan tersebut merupakan cuplikan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) Pilkada Serentak 2020 di Banyuwangi, yang digelar di depan pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi. Simulas itu merupakan kolaborasi pasukan Dalmas Polresta Banyuwangi dengan pasukan Brimob Polda Jatim dan disaksikan langsung oleh Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo Rabu (16/9).

Seusai acara simulasi Wakapolda Jatim kepada wartawan mengungkapkan kesiapan aparat keamanan yang merupakan gabungan TNI/Polri, Satpol PP, Tanaga Kesehatan dan instansi terkait lain dalam mengamankan penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Banyuwangi.

Selanjutnya dia menambahkan gelaran pilkada kali ini berbeda dengan pemilu pada masa sebelumnya. Karena digelar dalam suasana keprihatinan pandemi wabah Covid 19 sehingga seluruh tahapan pelaksanaan pilkada harus mematuhi protokol kesehatan.

Lebih lanjut Brigjend Pol Slamet H S menambahkan pasukan gabungan yang disiapkan untuk pengamanan pilkada serentak tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur sebanyak 150 ribu personel. Aparat kepolisian mengharapkan dan mengimbau masyarakat Jatim khususnya yang ada di Banyuwangi untuk selalu menjaga kondusifitas.

Baca Juga : Mengintip Toilet Transparan di Jepang, Begini Bentuknya

“Alhamdulillah Jawa Timur khususnya Banyuwangi kondusif. Secara khusus saya mengimbau masyarakat Banyuwangi untuk selalu menjaga situasi kamtibmas. Karena Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir sudah maju pesat, jadi sayang kalau tidak bisa bertanggung jawab dengan apa yang sudah ada,” tegas Wakapolda Jatim.

Hadir dalam acara  tersebut antara lain;, Bupati Banyuwangi, Pimpinan DPRD Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi, Dandim 0825 Banyuwangi, Danlanal Banyuwangi, Kajari Banyuwangi dan Ketua PN Banyuwangi. Hadir pula dalam kegiatan tersebut KPU dan Bawaslu Banyuwangi,PJU Polda Jatim, PJU Polresta Banyuwangi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pengurus HMI, PMII dan GMNI serta beberapa undangan lain.