Kelompok Jowo Group yang memilih sepeda turonggo untuk gowes / Foto : Mas Soekono / Tulungagung TIMES
Kelompok Jowo Group yang memilih sepeda turonggo untuk gowes / Foto : Mas Soekono / Tulungagung TIMES

Untuk sehat banyak cara yang bisa dilakukan, termasuk diantaranya bersepeda. Jika saat ini trend di Tulungagung, masyarakat menggunakan pilihan sepeda sport, sepeda gunung, hybrit, BMX dan lipat, tidak halnya dengan kelompok sepeda Jowo.

Sepeda yang disebut dengan jowo ini sebenarnya adalah sepeda jadul (jaman dulu) yang hingga kini masih banyak digemari goweser di kota marmer.

Baca Juga : Kolektor Puluhan Sepeda Kuno Asal Tulungagung, Ada Yang Terjual Rp 120 Juta

"Kelebihannya nyaman dipakai untuk sepeda sehat bersama teman-teman, tetangga dan keluarga," kata Sukono (65) warga kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kota Tulungagung, Sabtu (12/9/2020). 

Pria yang juga merupakan pensiunan PNS di Dinas Koperasi Kabupaten Tulungagung ini mengungkapkan, sepeda jowo atau turonggo ini mempunyai banyak kelebihan. Salah satu diantaranya adalah masalah harga atau nilai jual jika dibanding sepeda modern saat ini.

"Harga sepeda jowo ini bertahan walau dimakan zaman. Tetap eksis bahkan sangat berharga," ujarnya.

Selain tak kalah sebagai alat olah raga, sepeda jadul ini juga banyak dijadikan sebagai koleksi bagi para penggemarnya. "Bisa masuk pedesaan, sekalian makan bersama di warung kopi dan mengenang masa muda dulu kala masih susah," paparnya.

Kelompok pesepeda Jowo Group ini juga mempunyai anggota yang terdiri dari kelompok usia yang tak lagi muda. Bagi, Sukono kegiatan bersepeda menambah semangat dan hiburan untuk bertemu teman-temannya yang pernah dikenal baik di sekolah atau saat bekerja.

"Olahraga, berekreasi, bersilaturohmi, rezeki makin berseri," tambahnya.

Seperti diketahui, sepeda kuno atau sepeda turonggo ini banyak mempunyai jenis dan merek terkenal. Diantaranya, Phoenix, fongers, Raleigh, Gazzele dan London atau taxi. Dari berbagai merek ini juga ada beberapa tipe yang membedakan termasuk dapat diidentifikasi, mana sepeda asli (orginal) atau yang tiruan (KW).