Saat Konser di Semarang (Foto: Drive-in Konser)
Saat Konser di Semarang (Foto: Drive-in Konser)

Jogja Drive-In Concert merupakan terobosan baru untuk melepas dahaga para pecinta konser yang rindu akan euforia panggung. Setelah Covid-19 membekap berbagai acara yang mengundang kerumunan. Kehadiran Jogja Drive-In Concert di Yogyakarta yang diselenggarakan pertama kalinya di Sleman City Hall dalam 2 malam pun menjadi pelepas rindu pecinta konser. 

Direktur Mahkota Enterprise Indra Suryahaya, mengatakan, bahwa event ini bertujuan mendorong dan menghidupkan kembali para pekerja seni yang selama 5 bulan terakhir tidak berpenghasilan karena diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Baca Juga : Deretan Film Indonesia Tayang September 2020 di Netflix

”Kami ingin memberikan win-win solution bagi pemerintah, pelaku industri event, dan masyarakat penikmat panggung hiburan di New Normal saat ini," terangnya.

Sebelumnya, event yang diselenggarakan di Semarang mendapat penghargaan LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) sebagai drive-in konser pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Event tersebut merupakan project kolaborasi antara Mahkota Enterprise, Madflash, Puma Production dan pihak Sleman City Hall.

Sementara itu, pemerintah juga mensupport kegiatan tersebut karena dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat, pelaku event dan media untuk bisa tetap hidup di tengah pandemi.

Jogja Drive-In Concert akan diramaikan musisi papan atas seperti band Kotak dan Jikustik, serta menyediakan area berkapasitas untuk 150 mobil.

Tentunya,protokol Kesehatan akan diterapkan ketat bagi semua pengunjung yang akan menikmati Jogja Drive-In Concert. Hal itu ditegaskan oleh Manajer Puma Production Aron Rukmana. Dirinya mengatakan, beberapa peraturan akan diterapkan bagi pengunjung. Yakni, wajib memakai masker, menggunakan hand sanitizer, dan melakukan thermal checking.

“Kapasitas orang di dalam mobil dibatasi maksimal 4 penumpang. Semua mobil yang masuk area pun akan dilakukan penyemprotan disinfektan oleh petugas,” ujarnya.

Baca Juga : Begundal Lowokwaru Luncurkan Video Klip From The Patch to The Pin, Ceritakan Tradisi Punk

Selain itu, bagi pengunjung diperbolehkan keluar dari mobil bila ada urgensi, seperti ke kamar kecil dengan menyalakan lampu hazard mobil sebagai tanda ke petugas.

“Harapannya dengan adanya acara ini dapat memberikan tontonan bagi masyarakat yang rindu panggung hiburan tanpa perlu khawatir penyebaran virus covid-19,” tandas Aron.