Gian Aditya Ardhani salah satu atlit senam andalan Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Gian Aditya Ardhani salah satu atlit senam andalan Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Peribahasa itu layak untuk disematkan kepada Gian Aditya Ardhani, warga Desa Gedok Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Gian merupakan pesenam andalan Kabupaten Malang. Dsn, bakat senam itu menurun dari kakeknya yang merupakan pelatih senam.

Baca Juga : Selamatkan Prestasi Futsal, Askot PSSI Kota Malang Seleksi Atlet lewat Kompetisi

Meski usianya terhitung masih belia, bocah kelahiran 7 November 2012 ini sudah bisa unjuk gigi di kancah Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jawa Timur VI yang diselenggarakan pada 2019 lalu.

”Di porprov kemarin saya juara 3 cabang olahraga Persani (senam),” kata Gian usai mendapatkan santunan dari Bupati Malang HM. Sanusi saat menghadiri agenda workshop KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Malang, Sabtu (5/9/2020).

Ditemui di saat bersamaan, Siska Eka Wati -ibunda  Gian- mengaku jika bakat senam yang mengalir dalam darah putranya tersebut merupakan keturunan dari kakeknya alias ayah kandung Siska.

”Putra saya ini bisa juara karena terinspirasi sosok kakeknya. Soalnya, kakeknya kebetulan memang pelatih senamnya,” terang Siska.

Ceritanya, jauh sebelum menjadi pelatih senam, sang kakek yang bernama Suko Hartono semula hanya mengantarkan salah satu anaknya yang notabene adalah adik kandung Siska untuk pergi ke sanggar senam.

Sambil melihat anaknya latihan, kakek yang saat ini berusia 57 tahun itu diam-diam memperhatikan secara jeli gerakan senam yang diperagakan pelatih senam dari putrinya tersebut.

Baca Juga : Kompetisi Internal akan Digelar, Askot PSSI Kota Malang Ingin Ada Rapid Test

”Kakeknya Gian ini belajar senam secara otodidak. Semula hanya mengantarkan adik saya latihan, lama-lama tertarik untuk mendalami, dan sekarang sudah jadi pelatih senam,” ungkap Siska.

Ke depan, ibu rumah tangga yang kini berusia 38 tahun itu berharap agar putranya bisa terus berprestasi di cabor senam. Namun, pihaknya juga meminta kepada putranya yang kini menimba ilmu di SD (Sekolah Dasar) Taman Siswa Turen tersebut  bisa membagi waktu antara akademik dan atlet.

”Putra saya ini masih kelas 2 sekolah dasar. Masa depannya masih panjang. Jadi, saya selaku orang tuanya hanya bisa mendukung, asalkan tidak meninggalkan kewajibannya sebagai pelajar,” ujarnya.