Suasana saat salah satu puskesmas dilakukan penyemprotan sterilisasi. (Foto: instagram @puskesmasdinoyo).
Suasana saat salah satu puskesmas dilakukan penyemprotan sterilisasi. (Foto: instagram @puskesmasdinoyo).

Layanan kesehatan menjadi bagian terpenting untuk diperhatikan di masa pandemi Covid-19. Termasuk untuk meminimalkan paparan virus pada para tenaga kesehatan (nakes)

Apalagi, nakes juga rentan terpapar virus termasuk Covid-19 karena sejak awal menjadi pihak yang berinteraksi dengan pasien. Karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengambil langkah masif untuk menekan penyebaran virus dengan rutin melakukan sterilisasi di lingkungan layanan kesehatan.

Baca Juga : Didominasi Kecamatan Singosari, Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang Tambah 7 Orang

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan penyemprotan dengan disinfektan dilakukan secara berkala dan bergilir ke UPT (Unit Pelaksana Teknis) binaan yakni di semua Puskesmas hingga RSUD Kota Malang.

"Memang kalau penyemprotan semacam ini dilakukan secara berkala," ujarnya.

Langkah ini dilakukan, sebagai satu upaya untuk tetap memberikan rasa aman dan nyaman khususnya bagi petugas medis di layanan kesehatan. Pun demikian, bagi pengunjung yang mengakses fasilitas kesehatan agar tetap merasa aman.

"Prinsip Puskesmas mengadakan desinfeksi dan dekontaminasi adalah untuk memberi rasa aman dan nyaman baik itu kepada petugas dan masyarakat yang memeriksakan diri ke layanan kesehatan," imbuhnya.

Lebih jauh, selain dilakukan sterilisasi tempat Dinkes Kota Malang juga secara rutin melakukan skrining bagi para nakes. Hal ini untuk pemantauan kondisi bagi petugas medis, mengingat banyak dari mereka yang bersinggungan dengan pasien Covid-19.

Baca Juga : Angka Kematian Penyakit Jantung di Kabupaten Malang Tinggi, Ini Usia Paling Rawan

"Iya, paling tidak 2 bulan sekali ya. Terutama Nakes yang ada di Puskesmas, di RSUD, Labkesda itu rutin. Rutin skrining baik dari rapid test anti bodi, skrining dari rapid test anti gen maupun swab. Ini untuk pemantauan kondisi daripada Nakes itu sendiri," tandasnya.

Untuk diketahui, kasus positif Kota Malang hingga saat ini masih terus melonjak. Per Sabtu, 29 Agustus 2020, ada penambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Kini total warga Kota Malang yang terjangkit sebanyak 1.219.

Rinciannya, pasien yang meninggal dunia tercatat 104 kasus, pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 776 dan yang masih dalam pemantauan atau perawatan ada 339 orang.