Pembelajaran jarak jauh lewat daring selama masa pandemi Covid-19 banyak dikeluhkan oleh para orang tua dan peserta didik. Salah satunya soal pengeluaran ekstra yang harus digunakan untuk membeli kuota internet.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Banyuwangi Istu Handono mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kuota internet gratis.
Baca Juga : Unikama Gelar Webinar Nasional, Undang Menkominfo hingga Kemendikbud
“Adanya keluhan para orang tua dan peserta didik, pembelajaran jarak jauh lewat daring yang menggunakan biaya pulsa atau paket data membengkak. Dinas Pendidikan Jawa Timur akan memberikan bantuan kuota internet gratis untuk 1,3 juta siswa SMA, SMK, dan SLB baik negeri maupun swasta di Jawa Timur mulai awal September,” jelas Istu.
Istu menambahkan, kepastian itu didapat setelah Dispendik menjalin kerja sama dengan salah satu provider. Provinsi Jatim akan dijadikan pilot project dengan besaran kuota 10 gigabyte (GB). Kuota 10 GB itu untuk satu siswa.
"Dispendik akan melakukan evaluasi jika 10 GB tersebut masih dianggap kurang. Berdasar hitungan dari Dispendik, sebenarnya siswa membutuhkan data hingga 23 GB, sedangkan guru bisa sampai 40 GB," tambah Istu.
Rencananya, siswa dan tenaga pendidik yang mendapat kuota internet gratis sebanyak 45.978 orang. Jumlah ini berbasis nomor induk siswa dan Nomor induk Guru.
Baca Juga : Unikama Dapat Dana Bantuan Pembelajaran Jarak Jauh dari Kemendikbud
“Harapannya dengan adanya paket perdana itu bisa dimanfaatkan siswa ataupun tenaga pendidik,” pungkasnya.
Secara teknis pembagian kuota internet gratis akan dikoordinasikan oleh tim dari provider dengan cabang dinas (cabdin) pendidikan Jatim di kabupaten/kota. Pendataan berapa jumlah siswa yang nanti akan diberikan paket perdana.