Gubernur Jatim Khofifah didampingi Bupati Mojokerto Pungkasiadi launching Desa Paralayang dan Agro Wisata Trawas (Foto: Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah didampingi Bupati Mojokerto Pungkasiadi launching Desa Paralayang dan Agro Wisata Trawas (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Tidak hanya kaya dengan objek wisata sejarah dan religi, Kabupaten Mojokerto juga memiliki banyak potensi wisata alam yang tersebar di daerah perbukitan dan pegunungan. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto giat melakukan pemetaan. Hal ini pula yang membuat Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Mojokerto Pungkasiadi melaunching dua objek wisata baru di Kabupaten Mojokerto. Yakni, Desa Wisata Paralayang dan Agro Wisata Trawas.

Bupati Pungkasiadi pada sambutan selamat datang, menjelaskan peta-peta destinasi wisata andalan Kabupaten Mojokerto yang terbagi dalam beberapa wilayah. 

Baca Juga : Jelajah Keindahan Ranu Gumbolo Tulungagung Bareng Komunitas Vespa Modern Indonesia

"Kalau bicara wisata Kabupaten Mojokerto, saya pasti membahas Trawas, Pacet dan Trowulan. Trawas dan Pacet ini potensinya di wisata alam. Sedangkan di Trowulan, potensinya ada di wisata religi dan sejarah Majapahit. Di Trawas sendiri, ada destinasi-destinasi wisata menarik. Ada Air Terjun Dlundung, Mata Air Jolotundo, Kampung Organik Brenjonk, Taman Ghanjaran, pertanian seledri Jepang atau ashitaba di Selotapak, dan paralayang ini paling baru. Kami harap akses ke tempat wisata kami, ke depan makin terbuka dan mudah. Kami harap rencana pembangunan interchange di Ngoro, Mojosari dan Trowulan, bisa mempermudah wisatawan dari arah timur agar tidak memutar terlau jauh," papar Pungkasiadi.

Kolonel Pnb M. Somin pada sambutannya, mengungkapkan, jika wisata paralayang Trawas, akan sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai wahana menjaring bibit-bibit atlet paralayang Jatim. Dengan perbaikan dan penyempurnaan secara bertahap, dirinya yakin bahwa wisata ini akan menjadi salah satu destinasi wisata baru yang menarik.

"Sebulan lalu, kami dan tim sudah survei lokasi ini. Memang masih ada yang perlu diperbaiki. Tapi, kami yakin hal tersebut dapat diatasi. Saya kira ini bisa menjadi wahana menjaring atlet-atlet paralayang Jatim. Semoga setelah fasilitas di sini sudah terpenuhi sempurna, dapat dibuka sekolah paralayang seperti yang sudah ada di beberapa daerah di Jawa Timur," kata M. Somin.

Selanjutnya, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutan arahannya, memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Mojokerto juga Pemerintah Desa Trawas, yang sudah jeli melihat potensi wisata dan segera merealisasikannya. Meski baru launching, Khofifah tak segan memuji paralayang Trawas yang menurutnya tak kalah dari tempat yang sudah ada.