Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banyuwangi punya keinginan kuat berkontribusi dalam memajukan Banyuwangi melalui bidang olahraga seperti sektor Pariwisata, Seni budaya dan lain-lain. Pernyataan tersebut disampaikan Mukayin, Ketua KONI Banyuwangi dalam acara Silaturrahmi Pengurus KONI dengan Bupati Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi Kamis (27/8).
Menurut Mukayin, pihaknya cukup lama menunggu dan sabar untuk mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan Bupati Banyuwangi yang pernah mendapatkan predikat Pembina Olahraga Terbaik oleh SIWO PWI Jawa Timur beberapa tahun lalu.
Baca Juga : PSSI Kota Malang 'Kangen' Suasana Kompetisi Internal
Selanjutnya dia menuturkan mulai KONI periode sebelumnya di mana Ketua Umum dijabat Michael Edy Hariyanto dan dirinya dipercaya sebagai sekretaris, dalam pembagian dana pembinaan cabang olahraga dilakukan menggunakan sistem aplikasi dan rumus tertentu. ”Sehingga plotting anggaran secara aplikatif terukur transparan dan bisa dipertanggungjawabkan bukan karena kedekatan dengan ketua atau faktor suka tidak suka,” jelasnya.
Lebih lanjut jajaran pengurus KONi yang sampai saat ini solid dan kompak berharap agar Bupati Banyuwangi mencairkan dana APBD bisa terus melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi para atlit Banyuwangi yang diharapkan mampu berprestasi di tingkat Jatim maupun di level nasional bahkan internasional.
Sementara Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dalam kesempatan tersebut menjelaskan latar belakang mengapa Pemkab Banyuwangi memilih menggelar lomba level internasional seperti; Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), Internasional BMX Competition, World Surf Leauge (WSL) yang batal karena pandemi wabah Covid 19 dan beberapa even fenomental lain.
Menurut Bupati Azwar Anas, jajaran pengurus KONI harus cerdas dan jeli dalam merespons kemauan Pemkab Banyuwangi dalam memajukan dan mengembakan Banyuwangi. ”Ibaratnya kalau pemkab suka sate jangan menyajikan tempe, tentu saja tidak direspons. Realitas yang ada KONI tiap tahun menyampaikan laporan menambah jumlah cabor binaan seyogyanya mereka bisa fokus dan menentukan skala prioritas dalam membina olahraga prestasi karena alokasi anggaran tidak mungkin bertambah,” tegas Kang Anas.
Baca Juga : KONI Banyuwangi Terima Kunjungan Pengurus Woodball
Dengan adanya musibah pandemi wabah Covid 19, tantangan yang harus dihadapi semua sektor kehidupan ke depan bertambah sehingga KONI diharapkan mampu menemukan formula yang tepat dan pas dalam melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga dengan segala keterbatasan yang ada.