Owner Grosir Tas Gempol, Pratisia Kurniawati saat menghadiri launching jingle Grosir Tas Gempol (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Owner Grosir Tas Gempol, Pratisia Kurniawati saat menghadiri launching jingle Grosir Tas Gempol (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Nama Grosir Tas Gempol tentu tak asing bagi para pecinta fashion. Perusahaan produsen tas fashion yang terpusat di Gempol, Pasuruan itu saat ini sudah banyak meraup kesuksesan. Bahkan, jumlah reseller dari Grosir Tas Gempol ini terbilang paling banyak di Indonesia.

Bagaimana tidak, hampir di semua kecamatan di Indonesia terdapat reseller produk tas fashion tersebut. Menariknya lagi, beberapa artis kenamaan seperti Nikita Mirzani, Vanessa Angel, dan Ayu Ting-Ting pernah mengenakan koleksi dari Grosir Tas Gempol.

Baca Juga : Ini Pesan Mendalam Legenda Arema Si Kijang untuk Pemain Era Sekarang

 

Namun siapa sangka, sebelum meraih kesuksesan seperti sekarang ini, owner Grosir Tas Gempol, Pratisia Kurniawati ternyata harus merasakan pil pahit dan jungkir balik di dunia bisnis fashion ini. Beberapa kali dia harus terjatuh. Namun akhirnya ia tetap memilih untuk bangkit.

Perempuan yang baru saja merayakan ulang tahun ke 29 itu bercerita, ia memulai bisnisnya sejak lima tahun lalu, tepatnya pada 2015. Saat itu, dia berjualan di pasar tradisional. Kemudian, ia memanfaatkan garasi rumah untuk berjualan.

Tak lama, dia berjualan di satu toko yang dimiliki oleh ibundanya. Hingga akhirnya, saat ini ia dan suami berhasil mempunyai toko yang terletak di kawasan Jl. Raya Surabaya Nomor 79 Gempol , atau orang-orang mengenalnya sebagai kawasan Gempol.

"Itu sebabnya usaha kami dinamai Grosir Tas Gempol," tambah Nia.

Saat memulai usahanya, Nia mengakui jika ada begitu banyak tantangan. Bahkan, dia sering dihina oleh rekannya sesama pebisnis tas fashion. Hingga suatu ketika, produksi tasnya disulut rokok dan ia harus merugi hingga Rp 10 juta lebih.

Pengalaman itu menjadi pengalaman pahit bagi Nia. Namun, dukungan suami juga orang tua membuatnya tetap melangkah dan tak menyerah. Kesabaran dan kerja kerasnya kini berbuah manis, dia sudah memiliki puluhan ribu reseller yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Berbagai strategi pemasaran pun selalu dilakukan. Di Kota Malang sendiri, total Nia memiliki 15 pegawai yang rata-rata dari kalangan yatim piatu. Alasannya merekrut anak-anak muda tersebut adalah untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Nia dan suami juga tak pernah luput memperhatikan kesejahteraan para karyawannya. Selain memberikan gaji pokok, ia dan suami juga sering memberi hadiah kepada para karyawan terbaik. Mulai dari memberikan sepeda motor, smartphone, hingga emas.

"Itu menjadi salah satu ucapan terima kasih atas kerja keras mereka membantu kami menjaga perusahaan dan meningkatkan omset," imbuh perempuan berambut panjang tersebut.

Baca Juga : Belajar Langsung tentang Kegigihan dari Sosok Jurnalis Senior Asal Madiun

 

Bukan hanya itu, para reseller juga selalu dibimbing agar mereka mudah dalam menjalankan perannya. Ketika ada kesulitan, maka pihaknya akan selalu memberi bimbingan kepada para reseller. Timnya pun telah terbentuk sendiri.

Di sisi lain, berbagai inovasi terus dilakukan Nia untuk tetap bertahan dalam bisnis fashion tersebut. Di tengah pandemi Covid-19 ini, ia tetap tak menyerah berkreasi. Kali ini ia tengah berkolaborasi dengan beberapa brand kosmetik di Kota Malang.

Produksi tas yang dibuat Nia kemudian dijadikan sebagai pernak-pernik yang khusus diberikan kepada pelanggan beberapa brand kosmetik tersebut. Hubungan saling membantu itu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan saat pandemi seperti sekarang.

"Dan saat ini kami membuka lowongan kerja untuk membantu masyarakat selama pandemi Covid-19," tambahnya.

Sebagai pengusaha yang cukup sukses hanya dalam waktu lima tahun saja, Nia berpesan kepada para pengusaha dan calon pengusaha untuk selalu berjuang. Karena baginya, kerja keras pasti akan memberikan dampak positif yang luar biasa.

"Jangan menyerah dan selalu berikhtiar. Insya Allah akan ada jalan untuk semua yang dilakukan," pesannya.