Bersih desa merupakan tradisi turun temurun yang sudah dilestarikan sejak zaman dahulu. Bersih desa telah jadi medium masyarakat melakukan ritual, meminta do'a kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mengucapkan syukur atas limpahan rezeki dari-Nya.
Tak terkecuali di Dusun Sambirobyong, Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, yang juga menggelar Bersih desa, Jumat (21/8/2020).
Baca Juga : Ternyata Indonesia Punya 7 Julukan di Mata Dunia, Mulai Soal Lingkungan Sampai Mafia!
Walau tak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena Covid-19. Bersih desa di Dusun Sambirobyong berjalan khidmat dan tentunya dengan protokol kesehatan.
“Biasanya ada arak-arakan reog mengelilingi dusun. Reog ini memulai star di sendang dusun dan finish di batas dusun,” ucap salah satu warga Sambirobyong.
“Tapi tahun ini karena Covid-19 tak ada itu. Acara juga tidak boleh lebih dari 4 jam. Jadi, acara hanya selamatan saja di sendang dusun,” ujarnya.
Sendang dusun ini terletak di sebelah selatan dari batas desa Geneng. Selamatan dipimpin oleh Modin Sutarno dan dihadiri hampir seluruh lapisan masyarakat dari sekitar dusun.
Konon air dari sendang bisa menghalau hama yang ada di sawah. Jadi, banyak orang yang mempergunakan air dari sendang tersebut.
Menurut keterangan beberapa warga yang tinggal di dusun tersebut, acara bersih desa ini selalu dilaksanakan pada Jum'at Wage, pada saat bulan Agustus di setiap tahunnya.
Baca Juga : Teh Celup dari Kulit Kopi, Inovasi Mahasiswa KKN Unikama Ini Unik dan Patut Dicoba
“Ini merupakan sejarah asal usul berdirinya Dusun Sambirobyong, Geneng,” ujar Sutarno.
Dirinya melanjutkan, dalam bersih desa itu, masyarakat membawa masakan ala kadarnya, seperti urap, kering tempe, botok, pelas, telor, atau panggang ayam. “Setelah do'a bersama akan saling tukar makanan atau bisa saja di makan di tempat,” imbuhnya.