Jenazah Mas Gotri sehabis disalatkan, pojok bawah Foto Almarhum / Foto : Anang Basso / baca
Jenazah Mas Gotri sehabis disalatkan, pojok bawah Foto Almarhum / Foto : Anang Basso / baca

Dunia jurnalistik Tulungagung berduka. Mahmud Abdul Somad Tricahyono (42), yang merupakan mantan wartawan senior Radar Tulungagung (Jawa Pos Group) menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ICU Rumah Sakit Dr Iskak Tulungagung, Minggu (26/07 /2020) sekitar pukul 14.40 WIB. 

Bapak dua anak yang terakhir masuk jajaran redaktur ini meninggal karena telah lama itu sakit gagal ginjal. Sebelum hembuskan nafas terakhirnya, ia sempat dirawat. “Betul, meninggal di rumah sakit,” kata Faiz Abdul Somad, adik almarhum Mas Gotri (panggilan Mahmud Abdul Somad Tricahyono)  

Baca Juga : Sosialisasi dan Bagi Masker, Polres Tulungagung Imbau Masyarakat Tertib Berlalulintas

 

Lima hari sebelum dirawat, Mas Gotri mengalami kondisi melemah yang kemudian pada, Sabtu (25/07/) kemarin dilarikan ke rumah sakit. "Kemarin dilarikan ke rumah sakit, lima hari sebelumnya sempat drop dan terus melemah," ujar Faiz.

Rupanya, Allah berkehendak lain pada hari ini kabar duka menyebar di group WhatsApp mengabarkan Mas Gotri telah berpulang ke rahmatullah. 

Ucapan belasungkawa yang beriringan dengan rasa tak percaya seketika ramai di kalangan awak media dan koleganya di Pemuda Ansor. Demikian juga dengan rumah duka di desa Bendungan Kecamatan Gondang yang telah dipenuhi pelayat. 

Saat tiba di rumah duka, sebelum dimakamkan, jenazah mas Gotri disalatkan di masjid yang berada tepat di halaman rumahnya.

Mantan ketua PC Pemuda Ansor Kabupaten Tulungagung, Syahrul Munir yang takziyah dirumah duka mengungkapkan sosok Mas Gotri adalah pekerja keras dan bersahaja. Dirinya yang merupakan teman akrab mengungkapkan, mas Gotri juga penggemar olahraga sepak bola.

"Dia merupakan salah satu atlet, berhasil membawa kesebelasan Geronimo IAIN Tulungagung merebut juara dua liga perseta saat itu," kata Munir.

Bekal kepiawian bermain bola itu, mas Gotri juga berhasil menggelar Gala desa Sepakbola di Kecamatan Gondang. "Sudah 12 tahun kompetisi ini menjadi kegiatan yang prestige di Gondang, bahkan pialanya hingga kini tetap bergilir bagi kesebelasan desa yang berhasil menjadi juara," ungkapnya.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Penjualan Hewan Kurban di Tulungagung Menurun

 

Selain pemain bola, semasa hidup Mas Gotri juga merupakan seniman yang aktif di sanggar Sekar Kusir. Sanggar Sekar Kusir sendiri disebut Munir sebagai bengkel seni yang berhasil menumbuh kembangkan bakat seni mas Gotri sebagai Ilustrator. "Juga pernah aktif di majalah kampus Dimensi, dari pandainya melukis dan membuat ilustrasi inilah beliau di lirik Jawa Pos," ungkap Munir.  

Di PC Ansor Kabupaten Tulungagung, semasa aktif sebagai wakil sekretaris, mas Gotri dikenal sebagai pemikir. "Jika ada kegiatan apapun, beliau merupakan orang yang memikirkan di belakang layar agar program yang dilaksanakan benar-benar sukses," jelasnya.

Di dunia jurnalistik, mas Gotri merupakan wartawan yang terkenal idealis dan karya-karya tulisnya dikenal berani dan menjadikan referensi pembaca di Kota Marmer.

Selamat jalan, semoga diberikan jalan terang (Husnul khatimah) dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Amien.