Drs. Agus Salim M.Pd Kepala Dinas Pendidikan Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Drs. Agus Salim M.Pd Kepala Dinas Pendidikan Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Belajar jarak jauh melalui secara online atau pembelajaran daring memang mengurangi intensitas perjumpaan antara guru dan siswa. Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pendidikan Lumajang akan segera meluncukan Program Guru Sambang Siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Drs. Agus Salim, M.Pd kepada Jatimtimes mengatakan, dalam sistem pendidikan nasional, pertemuan guru dan siswa sangat penting karena didalamnya ada pendidikan karakter, diluar kuriklulum yang harus juga dituntaskan.

Baca Juga : 5 Hari Gelar DiskOn dengan 55 Alumni, Unikama Ungkap Pentingnya Peran Alumni

"Program guru sambang siswa ini kita harapkan menjadi alternatif bagi usaha pemecahan masalah yang dihadapi siswa selama mengikuti pembelajaran online atau daring. Bahkan cara ini kami harapkan, para guru bisa mendapatkan masukan yang positiv dari wali murid," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Drs. Agus Salim M.Pd.

Teknis Guru Sambang Siswa ini memang tidak harus di rumah siswa. Karena akan dilakukan secara berkelompok dari siswa yang rumahnya berdekatan dengan membentuk Tempat Kelompok Belajar (TKB).

"Setidaknya ada 5 orang siswa untuk satu TKB. Tempatnya bisa di balai dusun, di teras musholla, pos kamling atau di teras rumah yang terbuka. Yang penting ada aliran listrik dan jaringan internet lancar. Bisa juga dirumah salah satu siswa, jika memang rumahnya bisa ditempati," kata Agus Salim kemudian.

Disisi lain, dengan adanya Guru Sambang Siswa ini bisa mengikis banyak stigma negativ tentang tugas-tugas guru dalam mendidik siswanya selama pandemi Covid-19 ini. Karena setiap guru memang memiliki tanggungjawab besar dalam menuntaskan pendidikan bagi anak didiknya.

Baca Juga : Para Siswa, Ini 3 Varian Baru Program Kihajar Kemendikbud dan Cara Mengikutinya

"Secara teknis sudah kita atur melalui surat edaran khusus, dimana guru sambang siswa ini antara pukul 08.00 sampai pukul 10.30 dengn durasi 30 menit suntuk satu TKB. Butuh proses untuk sosialisasi memang, baik untuk siswanya maupun para guru, namun kami yakin ini program ini akan sangat membantu anak didik kita," tegas Agus Salim kemudian.

Menurut rencana, program guru sambang siswa ini mulai akan diluncurkan pekan depan oleh Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq.