Johan Ahmad Farizi saat menjalani rapid test (official Arema FC)
Johan Ahmad Farizi saat menjalani rapid test (official Arema FC)

Keseriusan Arema FC untuk menyambut kompetisi Liga 1 2020 yang rencananya digelar Oktober mendatang diawali dengan Rapid Test bagi pemain, pelatih, official dan karyawan untuk mengetahui gejala awal apakah ada yang terindikasi Covid-19. 

Namun, hingga saat ini Arema FC masih menunggu hasil dari pelaksanaan Rapid Test yang dilakukan pada Jum'at (17/7/2020) di Kandang Singa (kantor Arema).

Baca Juga : Angka Covid-19 Masih Tinggi, Arema FC: Belum Terbesit untuk Pindah Homebase

Sebelum diadakan rapid test, manajemen melalui dokter tim terus memantau kesehatan pemain meskipun tidak secara langsung. Dokter memanfaatkan WhatsApp grup Arema FC dengan memberi pertanyaan seputar gejala-gejala yang mengarah terpaparnya Covid-19. 

"Melalui grup WA semua dipantau karena di sana kan pelatih memberi latihan secara online nah dari situ dipantau lagi sama dokter setiap hari," ujar media officer Arema FC, Sudarmaji. 

Rapid test sendiri dilakukan dua gelombang. Gelombang pertama diikuti pemain dan staf pelatih yang berada di Malang serta manajemen, staf tim, staf kantor dan staf mes yang sudah ada di Malang. Sementara gelombang kedua akan dilaksanakan pada Senin (27/7/2020) diikuti pemain yang berasal dari luar Malang. 

Arema FC menggandeng Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang dalam menggelar Rapid Test. "Hasil hari ini. Tim medis dari satgas NU memberikan hasilnya kepada Arema dan diserahkan ke tim dokter dan kita menunggu arahan dokter untuk langkah selanjutnya," ungkap Sudarmaji.

Baca Juga : Bek Muda Arema Siap Jalani Rapid Test, Tak Sabar Gabung Tim

Sementara itu untuk dua pemain asing yakni Matias Malvino dan Oh In-Kyun, manajemen Arema FC masih memberi toleransi karena kesulitan akses transportasi dari negaranya ke Indonesia. Meski begitu kedua pemain tersebut akan menjalani hal yang sama dengan rekannya setibanya di Malang.