Abdul Aziz Hamidi, Kepala Kesbangpol Banyuwangi (Tengah) Membuka Acara Sarasehan wartawan media cetak elektronik dan online di Auditorium Untag 45 Banyuwangi Nurhadi BanyuwangiJatim Times
Abdul Aziz Hamidi, Kepala Kesbangpol Banyuwangi (Tengah) Membuka Acara Sarasehan wartawan media cetak elektronik dan online di Auditorium Untag 45 Banyuwangi Nurhadi BanyuwangiJatim Times

Wartawan memegang peranan besar untuk menjaga situasi daerah tetap kondusif. Terlebih lagi di daerah Banyuwangi yang segera menggela pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020 mendatang.

Untuk itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi  menggelar sarasehan bersama wartawan media cetak, elektronik dan online di Auditorium Untag 45 Banyuwangi Kamis (16/7).

Baca Juga : Peserta Dibatasi Hearing Komisi C Dan LSM Terkait BPNT Nyaris Batal

Menurut Abdul Aziz Hamidi, Kepala Bakesbangpol Banyuwangi dengan adanya PKPU Nomor : 6 Tahun 2020 maka semua tahapan pemilihan Bupati-wakil Bupati bisa dilanjutkan dengan mematuhi protokol kesehatan sebagai salah satu upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah Covid 19 di Indonesia umumnya dan di Banyuwangi secara khusus.

Dalam acara sarasehan yang mengambil Tema “Peran Wartawan Mensukseskan Pilkada 2020 Guna Menjaga Kundusifnya wilayah Banyuwangi di Era Pandemi Covid 19”, diikuti oleh puluhan wartawan media cetak elektronik dan online yang ada di wilayah Banyuwangi.

Adapun narasumber dalam acara tersebut adalah Kapolresta Banyuwangi  yang diwakili oleh AKP Andi Amir Wahyudi, Kasat Intelkam Polresta Banyuwangi dan Subahrudin Yusuf. Ada juga narasumber dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi yang membawa materi  Profesionalisme wartawan dalam Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Di Masa Pandemi Covid 19.

Menurut Abdul Aziz, gelaran Pilbup serentak tahun dinilai potensial memicu terjadinya perpecahan masyarakat akibat berbeda pilihan. ”Kami berharap pelaksanaan Pilbup di Banyuwagi tidak berdampak pada kehidupan sosial  masyarakat dan perbedaan biar terjadi saat berada di bilik saja. Karena pembangunan membutuhkan persatuan dan kesatuan masyarakat sehingga butuh peran media untuk melakukan sosialisasi dan edukasi pada warga masyarakat,” jelas Abdul Aziz.

Untuk itu, mantan Camat Kota Banyuwangi mengharapkan agar dalam menyuguhkan berita, Wartawan tidak menyajikan berita yang mengarah pada fitnah, mengadu domba dan berita yang mengarah pada Suku Ras Agama dan kepercayaan (SARA).

Baca Juga : Jelang Idul Adha, 79 Jagal di Jember Dibekali APD

Selanjutnya dia menuturkan dalam tahapan pemilihan ada 6 elemen yang berpengaruh terhadap sukses/tidaknya  pelaksanaan pilkada serentak tahun ini. Keenam elemen tersebut; Penyelenggara (KPU dan Bawaslu) , Pemerintah, Partai Politik, Aparat Keamanan, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan Media Massa. 

Sebelum pelaksanaan acara seminar semua perwakilan organisasi profesi wartawan yang ada seperti; Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) dan organisasi /komunitas wartawan lokal melakukan Penandatangan dan Deklarasi Jurnalisme Damai dalam peliputan pilkada di wilayah Banyuwangi.