free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Kenangan Ari Bekti Atas Chandra: Dituding Pembunuh 8 Nyawa oleh Wali Kota Risma

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Dede Nana

17 - Jul - 2020, 01:37

Loading Placeholder
Ari Bekti (Istimewa)

Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Pemkot Surabaya Chandra Oratmangun baru saja meninggal dunia pada Senin (13/7).

Meninggalnya Candra ini menimbulkan duka mendalam kepada salah satu mantan anak buahnya dulu di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Ari Bekti yang kini sudah pensiun sebagai ASN.

Baca Juga : Kodim 0808/Blitar Sambut Kunjungan Kerja Danrem 081/DSJ Madiun

 

Ari Bekti setidaknya sudah enam tahun berkerja sama dengan Candra di Dinas Pemadam Kebakaran. Yakni, sejak tahun 2012 hingga 2018. Terakhir Ari berdinas sebagai Kepala UPTD Pemadam Pasar Turi di tahun 2018 sebelum kemudian dicopot.

Pencopotan dia bersamaan dengan dilengserkan Candra dari Dinas Pemadam Kebakaran oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

Karena saat itu instansi damkar dianggap gagal menyelamatkan nyawa 8 orang pada peristiwa kebakaran yang terjadi di Jalan Kebalen Kulon, Kecamatan Pabean Cantian, pada tanggal 29 Mei 2018. 

Berikut wawancara eksklusif Ari Bekti dengan SurabayaTIMES.

SurabayaTimes : Dulu berdinas bersama almarhum ibu Chandra berapa lama?

Ari Bekti : Saya dengan bu Candra, saya masuk 2007. Beliaunya masuk menggantikan pak Nusri Faruk 2012 sampai 2018. Diganti setelah kasus 8 orang meninggal di Kebalen.

SurabayaTimes : Selama enam tahun berdinas dibawah kepemimpinan ibu Chandra bagaimana kesannya?

Ari Bekti : Enam tahun. Kesan nomor satu beliau menggugah, merubah mindset Instansi yang dominan tak hanya laki-laki. Tapi bisa wanita berperan di sana dengan dibentuknya Women Fire Rescue. Para srikandi itu dibentuk di sini dengan jumlah 24 terakhir 16 personel. Kebetulan di bawah kendali yang saya pegang langsung. 

SurabayaTimes : Perempuan bisa berperan apa di dinas pemadam? 

Ari Bekti : Beliau (Almarhum Candra) bertanya apa yang bisa dilakukan wanita di lokasi kebakaran. Nomor satu adalah sentuhan wanita, sentuhan ibu sehingga orang yang panik itu disentuh tangannya dengan kata-kata sabar dan istighfar itu bisa mengendalikan masa yang meledak-ledak emosinya. Itu salah satu tindakan wanita yang bisa dilakukan di lapangan.

SurabayaTimes : Selain itu apalagi?

Ari Bekti : Kedua saat teman-teman kelelahan para srikandi ini bagikan minum dan konsumsi pada saat mereka lelah. Dan srikandi ini tampil 24 jam di dalam sana. Sejak dipimpin bu Candra, sekarang sudah hilang lagi.

SurabayaTimes : Almarhum ibu Chandra meski perempuan sering terdepan turun ketika peristiwa kebakaran di Surabaya

Ari Bekti : Sangat terdepan, all out.

SurabayaTimes : Apa tidak pernah sampai cedera Almarhum?

Ari Bekti : Gini, karena mohon maaf beliau sangat menghargai teknis saya sehingga beliau merasa aman dan nyaman. Bisa melakukan tindakan dan bisa memberikan jawaban secara teknis ketika mengalami kesulitan.

Salah satu contoh mengevakuasi korban yang terjebak di lantai dua. Dan bisa membuktikan bahwa tak hanya melakukan pemadaman tapi juga bisa survival orang-orang yang coba melakukan bunuh diri di ketinggian.

Dengan bahasa keibuan beliau dari bawah menggunakan megaphone itu bisa didengar dari bawah.

SurabayaTimes : Sama sekali Almarhum tak pernah mengalami insiden?

Ari Bekti : Bukan cedera yang saya katakan tadi beliau saat kecapekan tensinya drop. Saat drop itu otomatis kami hanya bisa melakukan dan berikan oksigen. Itu sering terjadi mohon maaf, itu ciri wanita. Itu sudah kami pelajari dan beliau orangnya sangat peduli kesehatan dan beliau terlatih sejak di sekolah.

SurabayaTimes : Wali Kota Tri Rismaharini dikabarkan pernah marah besar ke almarhum?

Baca Juga : 6 Pejabat di Wilayah Jawa Timur Meninggal karena Covid-19

 

Ari Bekti : Itu yang saya rasakan. Ucapan itu dilakukan oleh Wali Kota dilakukan di depan saya semua. Saat beliau menyodorkan tangan saat pelantikan terakhir di DP5A dari dinas kebakaran. 

Saat menyodorkan ucapan selamat dari Wali Kota tangan beliau ditarik. Terus Wali Kota berteriak histeris memaki-maki saya. Itu beliau sangat terpukul sekali sampai beliau bersujud di kakinya Wali Kota.

SurabayaTimes : Petugas damkar dituduh sebagai pembunuh oleh Wali Kota?

Ari Bekti : Iya pembunuh itu. Karena jujur kami sebenarnya tugas sudah all-out. Kalau kami sebagai pembunuh kami rela menyerahkan nyawa kami kalau itu bisa menggantikan apa yang dituduhkan.

Namun kami bukan malaikat. Apapun yang terjadi kami hanya petugas biasa kami sudah berusaha maksimal dan beliau tak mau tahu yang kami alami.

SurabayaTimes : Dalam peristiwa kebakaran di Kebalen apa yang sebenarnya terjadi?

Ari Bekti : Beberapa warga menolak (masuk). Sehingga kami memutar tiga kali masuk ke Kebalen Barat. Dan waktu kejadian itu masyarakat panik tak ada yang menghubungi pemadam. Hampir satu jam, 47 menit setelah kejadian itu kami menerima berita dan sudah mengurung (api) di lantai 2 delapan orang dan sebenarnya empat orang sudah terselamatkan dari tim pertama yang datang. Yang dua patah tulang di kaki dan satu bayi umur dua tahun yang jatuh di tumpukan jerami namun tak mengalami cedera sama sekali sama ibunya.

SurabayaTimes : Petugas damkar sudah melakukan sesuai SOP?

Ari Bekti : Sebenarnya kami sudah melakukan itu. Tapi itu lah namanya pimpinan selalu menuntut yang sempurna, meskipun ada pepatah No Body Perfect. Tapi apapun kita adalah petugas dan di dalam lagu mars pemadam kebakaran Indonesia sudah tertulis di sana. Bukan sanjungan dan pujian yang kami dapat tetapi cacian. Selalu cacian yang tertulis itu sudah terfirman, sudah tersurat bahwa pemadam selalu dihujat.

SurabayaTimes : Sejak kegagalan menyelamatkan 8 nyawa apa Anda mengundurkan diri?

Ari Bekti : Saya tidak mengundurkan diri. Saya dilantik (dipindah) ke Kasie Trantip Kelurahan Osowilangun.

Nama saya terlalu viral mungkin ya sehingga di cut. Bahwa ini adalah keteledoran Ari Bekti sehingga bawa korban nama bu Candra.

SurabayaTimes : Selain Wali Kota yang marah dan cenderung mencaci maki, apa lagi yang Anda ingat dulu?

Ari Bekti : Selalu terjadi kami dibelikan alat mahal-mahal (dibanggakan) diapelkan kemudian dijlokkan. Saya menjabat selama 9 tahun seperti itu, dan berulang, itu biasa.

SurabayaTimes : Terbaru mantan kepala Dinas Tenaga Kerja Dwi Purnomo dimutasi sebagai staf di Damkar

Ari Bekti : Kami sering dibuangi pejabat dulu. Saya waktu masih golongan tiga c saya punya dua staf mantan lurah dan camat dengan pangkat di atas saya.

Bukan sangar, ini pelecehan. Akhirnya dinas kami kesannya TPA, pembuangan akhir. Padahal dinas yang luar biasa dan jujur belum ada orang yang disekolahkan sesuai tupoksi yang dimiliki.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---