Lukman Hakim (paling kiri) saat mendapat penjelasan dari petugas Posko Gugus Tugas Covid-19 tentang prosedur pernikahan di masa transisi New Normal (foto: Moh. Ali Makrus/ JatimTIMES)
Lukman Hakim (paling kiri) saat mendapat penjelasan dari petugas Posko Gugus Tugas Covid-19 tentang prosedur pernikahan di masa transisi New Normal (foto: Moh. Ali Makrus/ JatimTIMES)

Sejak Status KLB (Kejadian Luar Biasa) kasus Covid-19 pertama kali diumumkan Bupati Jember dan terbentuknya Gugus Tugas Covid-19, dengan menempati Posko di Aula Pendopo Wahyawibawagraha Lantai 2 pada pekan terakhir bulan Maret, Gugus Tugas Covid-19 terus disibukkan dengan berbagai kegiatan.

Kegiatan utama yakni pendataan dan update pasien Covid-19, baik ODR (Orang Dalam Resiko), ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) maupun pasien yang terconfirm positif.

Baca Juga : Update Covid-19 Kota Batu, Tambah 4 Positif, 1 Sembuh, Total 125 Terkonfirmasi

Seiring dengan berjalannya waktu, dan menyongsong New Normal, tugas dari Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jember, tidak hanya melakukan update data Covid-10, maupun penjadwalan rapid test dan penyemprotan Disinfektan ke daerah-daerah yang masuk zona merah.

Sejak dicabutnya maklumat Kapolri bernomor MAK/2/III/2020 pada tanggal 25 Juni lalu, tugas yang dilakukan oleh Satgas Gugus Tugas Covid-19 bertambah, yakni memberikan rekomendasi terhadap kegiatan keramaian yang dilakukan oleh warga maupun perusahaan.

“Sejak dicabut Maklumat Kapolri, kami juga memberikan rekomendasi kepada warga yang akan menggelar acara keramaian, seperti pernikahan, khitanan, maupun acara pertemuan kantor, namun meski demikian rekomendasi bukan berarti ada jaminan mendapatkan izin dari pihak yang berwenang (kepolisian) ya, soalnya izin keramaian ranahnya tetap di kepolisian,” ujar M. Satuki selaku Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Jember yang juga Plt. Kepala BPBD Jember.

Satuki menambahkan, sejak dicabutnya maklumat Kapolri dimana diantaranya adalah tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri seperti pernikahan maupun yang mengundang massa, banyak warga yang mulai menanyakan teknis dan prosedur untuk menggelar kegiatan ke Posko Gugus Tugas Covid-19.

“Baru ada 1 kegiatan yang sudah digelar sejak dicabutnya maklumat Kapolri, yakni pertemuan Biro Travel Haji yang digelar di Hotel Aston, sedangkan untuk perseorangan hanya sebatas tanya informasi saja, tapi mulai kemarin sampai hari ini, baru ada 4 orang yang mengajukan permohonan menggelar pernikahan,” ujar Satuki.

Satuki menjelaskan, untuk acara pernikahan di masa transisi New Normal, pihaknya tetap memberlakukan protokol Covid-19, yakni pembatasan jumlah undangan serta pengaturan konsumsi bagi tamu. 

Baca Juga : 9.035 Warga di Kota Batu Sudah Rapid Test, 119 Dinyatakan Reaktif

“Tetap ada mematuhi protokol kesehatan, seperti jumlah tamu di dalam tarup yang jumlahnya dibatasi, dengan cara bergantian, serta pengaturan konsumsi, intinya yang punya hajat harus bisa me ‘layout’ lokasi pernikahan,” Jlentreh Satuki.

Sementara Lukman Hakim warga Desa Krangbayat Sumberbaru Jember yang ditemui media ini saat mengurus pernikahan anaknya mengatakan, bahwa pihaknya sebelumnya sudah menanyakan ke Posko Gugus Tugas soal prosedur pernikahan yang sudah mulai diperbolehkan, sehingga hari ini baru bisa mengurusnya.

“Mungkin ini pernikahan pertama di Jember yang digelar dengan mengundang tetangga dalam masa pandemi, dan muda-mudahan protokol yang dianjurkan oleh Gugus Tugas bisa kami jalankan dengan benar, sehingga bisa dicontoh oleh warga lain, undangan juga kami batasi hanya untuk 200 orang saja kok,” ujar Lukman Hakim yang berencana menikahkan anaknya pada 26 Juli mendatang. (*)