Direktur RSUD dr. Iskak, Supriyanto (baju putih) dan Kadinkes Tulungagung, Kasil Rokhmat menekan tombol tanda dimulainya normalitas baru pelayanan kesehatan (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Direktur RSUD dr. Iskak, Supriyanto (baju putih) dan Kadinkes Tulungagung, Kasil Rokhmat menekan tombol tanda dimulainya normalitas baru pelayanan kesehatan (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Tingginya angka kesembuhan pasien terkonfirmasi Covid19 Kabupaten Tulungagung, membuat pemerintah setempat mulai menerapkan New Normal atau tatan baru untuk beradaptasi dengan Covid 19 secara bertahap.

Dimulai dengan pelayanan masyarakat, seperti pelayanan di bidang kesehatan, yang merupakan kebutuhan primer masyarakat. Begitu juga dengan RSUD dr. Iskak yang mulai menerapkan New Normal pelayanan kesehatan.

Baca Juga : Heboh Petinggi BRI Malang dan 30 Pegawai Terjangkit Covid-19, Ini Kata Satgas

Penerapan New Normal pelayanan kesehatan ini ditandai acara seremonial singkat, pembukaan tabir tulisan "Normalitas Baru Pelayanan Kesehatan Kabupaten Tulungagung" di RSUD dr. Iskak.

"Kita kembali ke pelayanan kesehatan seperti sebelum (pandemi) Covid19, tetapi ditambahi dengan penerapan protokol kesehatan," ujar Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Supriyanto, Selasa (7/7/20).

Protokol kesehatan yang dimaksud ialah pemakaian masker bagi pengunjung rumah sakit, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Setelah sampai di rumah, pengunjung rumah sakit harus mandi agar virus yang menempel mati.

Supriyanto menilai, adanya pandemi Covid19 membuat masyarakat bingung, sehingga hiruk pikuk Covid19 lebih dahsyat dari fakta yang ada. Masyarakat cenderung membesarkan informasi terkait Covid19.

Dirinya mencontohkan, sebelum Covid19 jumlah pasien serangan jantung yang melakukan pemasangan ring jantung mencapai 30 orang perbulan. Adanya Covid19, jumlah itu menurun drastis hingga tinggal 5 orang. "Yang 25 orang ini ke mana? bisa saja dia meninggal di rumah karena takut ke rumah sakit," tuturnya lebih lanjut.

Padahal efek dari Covid19 sendiri kata Supriyanto cukup kecil. Angka kematian akibat Covid 19 di Tulungagung 1,25 persen, sedang prosentase kesembuhan pasien Covid19 mencapai 97 persen.

Maka dari itu dirinya menganggap tidak realistis jika saat sakit timbul ketakutan untuk berobat ke rumah sakit. "Kalau takut ke rumah sakit kan konyol jadinya, padahal rumah sakit tempat mengalahkan virus, bukan menyebarkan virus," kata Supriyanto dengan tegas.

Baca Juga : Aturan Haji Terbaru! Jemaah Dilarang Sentuh Kabah dan Hajar Aswad

Saat pandemi Covid19, jumlah pengunjung RSUD dr. Iskak turun hingga tinggal 45 persen. Angka kematian di rumah sakit juga ikut turun, namun dirinya memastikan angka kematian di masyarakat naik.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmat yang hadir dalam acara itu menuturkan penerapan normalitas baru di bidang kesehatan juga dilakukan di Puskesmas.

"Prinsipnya sama, mulai pemakaian APD (alat pelindung diri), jaga jarak, semua Puskesmas sudah," ujar pria yang pernah menjabat Wadir Pelayanan RSUD dr. Iskak ini.

Jika awalnya 3 puskesmas penyangga,  sejak 3 Minggu lalu pihaknya menyiapkan seluruh Puskesmas untuk normalitas baru pelayanan kesehatan. <