Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Setelah Rasulullah SAW wafat, para sahabat membaiat Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifah atau pemimpin umat muslimin. Pada masa itu, muncul seorang yang mengaku sebagai nabi.

Dia adalah Mussailamah Al-Khadzab yang berasal dari Yamamah. Penduduk Yamamah yang imannya lemah pun memilih bergabung dengan Mussailamah, sosok nabi palsu.

Baca Juga : Bacaan Al-Qur'an Tak Fasih, Ustaz Evie Effendie Tuai Kritik Putri Gus Mus

Saat itu, Rajjal bin Unfuwah meminta izin kepada khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk berangkat ke Yamamah dan menyadarkan kembali warga setempat agar kembali memeluk Islam.

Namun sesampainya di Yamamah, Rajjal menjadi lemah saat melihat banyaknya pengikut Mussailamah. Pada akhirnya, Rajjal pun memilih bergabung dengan Mussailamah.

Berita bergabungnya Rajjal bin Unfuwah membuat kaum muslimin di Madinah marah besar. Salah satunya adalah Zaid bin Khattab, sahabat Rasulullah SAW sekaligus pejuang Islam.

Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq mengirimkan pasukan untuk memerangi Mussailamah Al-Khadzab, Zaid pun tak mau ketinggalan dan turut serta di dalamnya.

Perang tersebut dikenal sebagai Perang Yamamah. Di mana ribuan pasukan bertempur di medan perang. Saat itu, jumlah pasukan muslimin lebih sedikit dibandingkan musuh. Sehingga banyak prajurit muslimin yang mati syahid dalam peperangan tersebut.

Pasukan pertama yang dipimpin Ikrimah bin Abu Jahal telah kalah. Begitu juga pasukan ke dua yang sempat kocar kacir. Khalid bin Walid kemudian merubah strategi dengan mengelompokkan pasukan sesuai golongannya.

Saat itulah Zaid bin Khattab memberi motivasi kepada pasukannya untuk mengalahkan pasukan nabi palsu.

Zaid bin Khattab berkata, "Wahai saudara-saudara, tabahkanlah hati kalian. Serang musuhmu hingga kalian syahid. Demi Allah aku tidak akan berbicara sampai Allah SWT mengalahkan mereka atau aku yang akan menjumpai Allah SWT,".

Zaid pun menerebos musuh dan mencari keberadaan Mussailamah. Namun saat itu ia tak menemukan keberadaan nabi palsu tersebut. Kemudian Zaid mencari keberadaan Rajjal, dan berhasil. Lalu Zaid pun membunuh Rajjal yang sebelumnya merupakan bagian dari umat muslim.

Baca Juga : Burung Elang Perang Uhud, Kisah Thalhah bin Ubaidillah Sahabat Rasulullah

Kematian Rajjal telah membuat pasukan musuh menjadi lemah. Sedangkan pasukan muslimin menjadi sangat termotivasi untuk kembali melakukan penyerangan. Zaid terus bertempur memerangi sisa pasukan musuh hingga akhirnya ia gugur secara syahid.

Saat itu kaum muslimin berhasil memenangkan pertempuran. Namun pasukan muslimin kembali ke Madinag tanpa Zaid bin Khattab.

Zaid bin Khattab sendiri merupakan saudara Umar bin Khattab dan lebih dahulu masuk Islam. Zaid merupakan sahabat yang paling resah terhadap pergerakan nabi palsu yaitu Mussailamah dan Rajjal.

Dia merupakan sosok yang sangat luar biasa kuat. Dalam Perang Yamamah, Zaid selalu mencari cara untuk mengalahkan tim lawan. Hingga pada akhirnya ia gugur dalam peperangan tersebut.

Sebelumnya, dalam Perang Uhud Zaid sempat kehilangan baju perangnya. Maka Umar bin Khattab datang dan menawarinya baju perang. Dia pun kemudian berkata, "Aku ingin mereguk manisnya mati syahid sebagaimana yang engkau inginkan,". Maka saat itu dia berperang dengan tanpa mengenakan sedikitpun pakaian perang.