free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

Didatangi Kadinkes, Puluhan Pasien Covid- 19 Curhat

Penulis : Joko Pramono - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

25 - Jun - 2020, 01:06

Loading Placeholder
Kadinkes Tulungagung, dr. Kasil Rokhmat saat mengunjungi pasien Covid- 19 di Rusunawa IAIN Tulungagung (Joko Pramono/ jatimTIMES)

Puluhan pasien Covid- 19 yang dikarantina di Rusunawa IAIN Tulungagung langsung menyambut kedatangan tim dari Dinas Kesehatan Tulungagung, mereka langsung menyampaikan uneg-unegnya selama di karantina, Rabu (24/6/20).

Mulai dari prosedur penetapan pasien Covid- 19 hingga rekam medis yang tak diberikan saat sembuh dari Covid- 19.

Baca Juga : 16 Hari Jalani Perawatan, Kluster Keluarga di Kota Batu Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Seperti diungkapkan oleh salah satu pasien asal Kecamatan Bandung, NHD. NHD mempertanyakan penetapan dirinya sebagai pasien Covid- 19 yang dianggap terlalu lama dan tidak efisien.

"Awalnya kami 9 orang menjalani tes swab, dan dikatakan hasilnya diberitahukan empat hari, lewat Android," ungkap salah satu pasien, NHD, asal Kecamatan Bandung.

Namun hingga hari yang ditunggu informasi itu tak kunjung diterimanya. Tiba-tiba pada hari ke- 9 dirinya dijemput oleh tim kesehatan dengan pakaian APD lengkap. 

Mirisnya lagi penjemputan yang dilakukan disaksikan oleh masyarakat lainnya hingga membuat keluarganya tak nyaman. NHD langsung diminta untuk ikut ke Rusunawa untuk dikarantina oleh petugas kesehatan.

"Saya tanya, ternyata tidak ada surat tugas dan bukti saya positif. Petugas bilang hanya menjalankan tugas, saya merasa keberatan, karena seperti penjemputan paksa," keluhnya.

Pasien lainnya juga mengeluhkan indikator kesembuhan dari Covid- 19. Untuk dinyatakan sembuh, pasien harus menjalani 2 kali swab dengan hasil negatif sebelum diperbolehkan pulang.

Namun setelah mendapat penjelasan dari Dinkes Tulungagung, NHD merasa lega. Pasalnya untuk kesembuhan tak lagi harus melalui 2 kali swab, cukup sekali dengan hasil negatif.

Sementara itu Kepala Dinkes Tulungagung, dr Kasil Rohmad, yang ikut berkunjung ke Rusunawa IAIN menerima pesian "curhat" ketidaknyamanan selama dikarantina.

Selain itu memang ada kesalahan komunikasi, tentang bagaimana melakukan pendekatan saat seseorang dinyatakan positif Covid-19.

"Selama ini semangatnya memang lebih pada   protokol mengarantina orang, belum pada   pendekatan orang  sehingga nyaman. Nyaman artinya dengan kerelaan  hati mau menjalani karantina," ujar dr Kasil.

Kasil melanjutkan, kondisi ini sudah semestinya diubah, apalagi setelah dirinya mendengar langsung keluhan dari pasien.

Sehingga pasien dan keluarga pasien bisa tetap merasa nyaman meski dinyatakan positif Covid- 19.

Hasil dialog dengan para pasien akan dirapatkan, untuk mengambil langkah berikutnya.

Baca Juga : Mengandung Usia 37 Minggu di Kota Batu Wajib Rapid Test, Gratis

"Mau tidak mau pasien positif memang harus karantina. Karena kalau tidak justru akan berbenturan dengan masyarakat yang lebih luas," tutur dr Kasil.

Terkait keluhan para pasien yang tidak pernah melihat rekam medis, dr Kasil memastikan semua pasien punya rekam medis dan setiap pasien boleh melihatnya. Namun rekam medis ini akan ditunjukkan kepada pasien, jika pasien tersebut memintanya.

"Semua tercatat dengan rinci perkembangan dari waktu ke waktu. Kalau minta pasti diberikan, jangan curhat lewat medsos (media sosial)," ucap dr Kasil.

Lebih jauh dr Kasil memastikan, fasilitas di tempat karantina akan ditingkatkan. Misalnya saat ini sudah ada televisi dan lemari es, dari sebelumnya tidak ada.

"Semakin hari jumlah penghuninya kan semakin banyak. Jadi fasilitasnya juga semakin ditingkatkan," terangnya.

Saat ini ada 118 pasien terkonfirmasi Covid-19 tinggal di karantina Rusunawa IAIN Tulungagung. Dari jumlah pasien itu, 19 di antaranya masih berusia anak-anak.

Sempat beredar sejumlah video berisi keluhan dari pada pasien Covid-19. Dalam video itu pasien  mengeluhkan proses penetapan sebagai pasien terkonfirmasi.

Mereka mempertanyakan akurasi proses penetapan yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung.

Namun video yang sempat beredar di media sosial ini, kini sudah hilang. Menurut informasi dari internal Rusunawa IAIN Tulungagung, video diambil sesama pasien.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Joko Pramono

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---