Kolase Ari Lasso dan Ada Band (Istimewa).
Kolase Ari Lasso dan Ada Band (Istimewa).

Akhir-akhir ini, keberadaan Kota Saranjana kembali menjadi buah bibir masyarakat. Kota yang diyakini sebagai kota gaib itu disebut-sebut berada di Indonesia, yakni di Kalimantan Selatan. Warga sekitar sudah puluhan tahun mendengar tentang kisah kota yang disebut-sebut sebagai kota modern itu.

Bukan hanya kisah dan cerita warga sekitar saja. Beberapa artis papan atas Indonesia juga dikabarkan pernah mengalami kejadian mistis. Mereka diduga telah manggung dan menghibur warga di Kota Saranjana tersebut.

Baca Juga : Silaturahome, Cara Baru Rayakan Idul Fitri di Rumah Aja di Tengah Wabah Covid-19

Pengalaman pertama diceritakan Ari Lasso. Penyanyi kawakan itu menceritakan pengalaman mistisnya tersebut melalui channel Youtube komika ternama, Raditya Dika. Dalam unggahan yang berjudul 'Paranormal Experience: Digerayangi Kuntilanak (FT. Ari Lasso)' itu, Ari Lasso menyampaikan beberapa kisah spiritualnya sejak masih kecil.

Di menit terakhir, pria berkacamata itu juga menceritakan pengalamannya saat manggung di salah satu kota terpencil pada 2005 lalu. Namun tidak disebutkan dengan jelas asal kota misterius tersebut.  Ari sendiri meminta kepada Raditya Dika untuk menyensor kota yang ia sebutkan dalam percakapan tersebut.

Saat itu, Ari memang tengah melakukan tur dengan beberapa band ternama di Indonesia, termasuk Ada Band. Rombongan melakuka tur ke sekitar 30 kota di Indonesia. 

Beberapa pengalaman pun dirasakan saat tiba di kota tersebut. "Baru nyampe. Manajer gua dipanggil dan di-briefing kita semua," kata Ari.

Dalam briefing yang diberikan itu, ada beberapa hal yang tak boleh dilakukan. Di antaranya adalah larangan untuk mandi ataupun keramas. Padahal, mereka harus berada di kota tersebut selama tiga hari.

Bukan hanya itu. Saat itu seluruh para penghibur, termasuk Ari,  juga diingatkan untuk tidak perlu memedulikan ketika menemukan adanya penonton yang melakukan gerakan atau bahkan tampak tak sama dengan para penonton umumnya.

Ari pun merasa tak keberatan dengan hal itu. Sebab, hal seperti masih dipercaya oleh masyarakat di Indonesia. Dia pun melakukan beberapa hal sebagaimana briefing yang disampaikan di awal.

"Ini beneran Dit, jadi ini pekerjaan profesional dan di-briefing seperti itu memang," tambah pelantun Hampa itu.

Kejadian aneh kembali ia rasakan saat manggung selesai. Ketika itu, stadion tempatnya manggung hanya memiliki satu pintu masuk dan keluar. Memang sedikit berbeda dengan kebanyakan stadion di kota besar. Sehingga, dia dan rombongan pun keluar dari pintu yang sama dan memang harus membelah penonton yang saat itu ia perkirakan berada sekitar 12 ribu lebih.

Namun saat keluar, Ari  malah melihat kondisi lapangan sepi. Saat itu dia coba berpikir realistis dan beranggapan penonton di sana memang tertib sehingga keluar dengan cepat meski saat itu kembang api dinyalakan untuk menghibur penonton di akhir konser.

"Oh, mungkin lagi pada di luar kali ya, pada nongkrong. Sampai di luar, sepi," tambahnya.

Pengalaman berlanjut saat Ari bersama rombongan kembali ke hotel. Saat itu, salah satu kru yang merasa kegerahan memutuskan untuk mandi. Padahal, sejak awal sudah diingatkan agar seluruh kru dan entertaint tak mandi selama masih berada di kota tersebut.

Baca Juga : Rumah Hantu The Conjuring Buka Tour Virtual, Uji Nyali Saat Bosan di Rumah Aja Nih!

Sesaat setelah salah satu kru mandi, di bagian lobi hotel terdengar ada seseorang yang meminta tolong. Dia ternyata kepala produksi yang tertabarak motor dan tangannya mengalami patah tulang. "Jadi, kesialan itu langsung ada. Ya nggak hati-hati aja dia nyebrangnya," tambah Ari.

Sementara itu, pengalaman lain juga pernah diceritakan Ada Band. Band yang hits dengan lagunya yang berjudul Karena Wanita itu pernah menceritakan pengalamannya saat manggung di salah satu kota misterius pada 2005 lalu. Tahun yang sama dengan pengalaman manggung Ari Lasso.

Ada Band menyampaikan pengalaman mistisnya itu dialami saat mereka tengah manggung di daerah terpencil di Kotabaru. Saat itu, mereka manggung di hadapan penonton yang jumlahnya mencapai 14 ribu orang. Padahal, tiket yang terjual saat itu antara tujuh ribu hingga delapan ribu tiket.

Saat konser masih berlangsung, awak band mendapati penonton yang justru memiliki perawakan dingin, diam, dan aneh. Tak sama dengan penonton pada umumnya yang akan berteriak dan ikut bernyanti.

Keanehan lain yang didapati adalah ketika konser telah selesai. Saat  tim keluar dari tempat manggung, ia mendapati penonton sudah meninggalkan venue. Padahal, saat itu hanya ada satu pintu akses keluar bagi penonton dan pemusik. Meski begitu, Ada Band telah menyelesaikan penampilannya dengan sukses.

Sebagai informasi, beberapa orang percaya Kota Saranjana berada di Pulau Haliman, Desa Oka-Oka Kecamatan Pulau Laut Kelautan, Kalimantan Selatan. Penduduk kota tersebut dikatakan memiliki ciri fisik seperti manusia pada umumnya.

Penduduk sekitar percaya penghuni kota modern itu adalah jin muslim. Mereka memiliki sistem kerajaan monarki. Kota Saranjana selalu berkembang pesat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Bahkan, dari beberapa cerita yang ada, puluhan mobil mewah hingga alat-alat berat sempat dipesan dengan tujuan Kota Saranjana. Namun saat dicari dalam peta administratif, tak ditemukan adanya Kota Saranjana. Namun pemesan selalu meminta agar barang pesanannya ditinggalkan di suatu tempat dan akan hilang dalam waktu sekejap.