Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana
Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana

Persoalan bantuan mobil laboratorium PCR dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) masih manjadi perhatian serius sejumlah kalangan. Bantuan dua unit mobil PCR itu  menjadi masalah lantaran terjadi "rebutan" antara Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  bahkan sampai meluapkan kemarahanya melalui pesawat telepon saat konfirmasi soal bantuan tersebut yang diklaim  bahwa bantuan untuk Pemkot Surabaya. Alasannya, Risma sendiri yang langsung meminta bantuan ke pusat.

Baca Juga : New Normal, Pemkab Malang Bakal Bagikan Ribuan Masker Kain

Di sisi lain, Pemprov Jatim melalui BPBD Jatim dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim menegaskan   bahwa bantuan disalurkan melalui Pemprov Jatim untuk digunakan di seluruh wilayah Jawa Timur, bukan hanya Surabaya.

Merespons persoalan tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menegaskan bahwa polemik mobil PCR sudah kelar. Yang terpenting, kata dia, sekarang semua harus bekerja ekstra keras menekan penyebaran covid-19 di Surabaya.

"Saya kira persoalan mobil sudah selesai. Sekarang  bagaimana kita sama-sama menekan persebaran covid-19 yang terus bertambah," kata Whisnu yang juga wakil ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya.

Menurut dia,  tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi mengenai mobil PCR. Sebab,  semua bertujuan baik, yakni sama-sama untuk kepentingan masyarakat.

"Tapi memang perlu koordinasi yang intens. Apa susahnya ketika mobil dalam perjalanan konfirmasi dulu ke pemkot kalau akan dipakai di tempat lain. Jangan mobil tiba-tiba dibelokkan," katanya.

Namun, Whisnu minta hal itu tidak perlu dibesar-besarkan. Pasalnya, saat ini pemerintah sedang berkejaran dengan persebaran virus.

"Kita fokus saja ke situ. Kalau soal mobil sudah selesai. Nanti saya usulkan ke Bu Wali (Tri Rismaharini) untuk beli sendiri. Kami bisa kok " katanya.

Baca Juga : Satu Pasien Covid-19 di Magetan Dinyatakan Sembuh

Dia menambahkan, senyampang masih dalam suasana Lebaran (Idul Fitri), akan lebih baik kalau semua pihak menghentikan polemik dan fokus menangani corona.

"Kan tinggal ditanyakan ke BNPB kalau mobil itu untuk provinsi, ya silakan digunakan. Tapi kalau untuk Surabaya, ya akan lebih  baik provinsi minta maaf ke pemkot. Selesai," ujar dia.

Saat ini, Pemkot Surabaya sedang fokus memberi pamahaman kepada masyarakat untuk bersama-sama bergotong-royong mencegah penyabaran covid-19.