Rapat persiapan karantina wilayah di Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Jombang. (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)
Rapat persiapan karantina wilayah di Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Jombang. (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)

Sebanyak 144 jiwa dikarantina oleh Pemerintah Kabupaten Jombang untuk memutus penyebaran covid-19. Karantina wilayah untuk warga Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito itu akan dilakukan selama 14 hari ke depan. Lalu bagaimana skema karantina wilayah itu?

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno mengatakan, karantina wilayah untuk warga Desa Plosokerep mulai dilakukan pada Kamis (28/5). Karantina wilayah ini dilakukan terhadap warga di salah satu RT di desa tersebut, yang dihuni oleh 48 kepala keluarga atau 144 jiwa selama 14 hari ke depan.

Baca Juga : Kota Blitar Menuju New Normal, Wali Kota Santoso Resmikan Kampung Tangguh

Disampaikan Budi, karantina wilayah tersebut perlu dilakukan untuk memutus penularan covid-19 di Desa Plosokerep. Pasalnya, di desa itu sudah ada 5 warga yang dinyatakan positif covid-19 dan 15 orang lainnya dengan kondisi reaktif berdasarkan hasil rapid test. Dari 15 orang itu, seluruhnya sudah diminta menjalani tes swab pada (27/5) kemarin.

"Menindaklanjuti hal tersebut tentu Pemerintah Kabupaten Jombang memutuskan bahwasanya Desa Plosokerep dilakukan karantina wilayah. Dimana dari salah satu RT di wilayah Desa Plosokerep, untuk selama 14 hari ke depan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut tidak diperkenankan keluar ataupun masuk," ujarnya saat diwawancarai di Balai Desa Plosokerep, Jumat (29/5).

Penerapan karantina wilayah ini, pihak pemerintah Jombang sudah mempersiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang dikarantina, hingga menyiapkan petugas yang akan menjaga lokasi karantina.

Tak hanya itu, 15 orang reaktif akan dievakuasi ke gedung STIKES Pemkab Jombang untuk menjalani isolasi. Hal itu untuk mencegah adanya penularan di wilayah yang telah dikarantina.

"Masyarakat bersama pemerintah daerah bergotong royong untuk mengerahkan seluruh tenaga maupun sumberdaya yang ada," tandasnya.

Sementara, Koordinator Bidang Pemulihan dan Layanan Dasar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang Moh Saleh mengatakan, selama masa karantina wilayah itu, seluruh kebutuhan makan dan minum akan ditanggung pemerintah daerah. 

Baca Juga : Kandang Puyuh Dilahap Si Jago Merah, Warga Blitar Merugi Rp 30 Juta

Setiap harinya masyarakat yang menjalani karantina akan menerima nasi bungkus serta minuman dalam sehari sebanyak dua kali. Dan untuk menunya tiap harinya ada perubahan-perubahan.

"Karena sudah mulai dilakukan karantina, otomatis makanan disuplai mulai kemarin. Dapur umum sudah dibuka, dan petugas juga sudah disiagakan di lokasi untuk memasak kebutuhan makanan warga," kata Soleh.(*)