Sulastri, penjual ketupat saat melayani pembeli di pasar Ngempalak (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Sulastri, penjual ketupat saat melayani pembeli di pasar Ngempalak (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Perekonomian masyarakat banyak yang terdampak dengan adanya pandemic covid-19. Banyak penghasilan warga yang turun drastis di tengah pandemi ini. 

Namun, kondisil itu agaknya tak berpengaruh pada penjual ketupat. Buktinya! di Pasar Ngemplak! Tulungagung, penjual ketupat justru meraup untung berlipat di tengah pandemi covid-19. 

Baca Juga : Jadi Ciri Khas saat Jadi Menteri, Susi Pudjiastuti Jual Kaus Bertuliskan 'Tenggelamkan'

Sulastri misalnya. Wanita paro baya ini mampu menjual seribu ketupat dalam sehari. Padahal tahun sebelumnya, dirinya maksimal hanya mampu menjual ketupat maksimal 500 buah per hari. “Kemarin saya mampu jual sekitar 1.000 buah ketupat,” ujar Sulastri, Jumat (29/5/20).

Harga ketupat juga mengalami kenaikan. Tahun lalu tiap 10 buah ketupat dijual dengan harga 10 ribu rupiah. Tetspi, tahun ini naik 2 ribu rupiah menjadi 12 ribu per 10 buah.

Keuntungan Sulastri  bertambah lagi karena dirinya tak hanya menjual ketupat. Sulastri juga menjual janur bahan ketupat dengan harga 35 ribu per batang.

“Janur saja kemarin saya bisa jual 1 rit (1 bak mobil terbuka),” ujarnya lebih lanjut.

Sulastri mengambil janur bahan ketupat dari wilayah Trenggalek, tepatnya di sekitar Pantai Prigi.

Kondisi serupa juga diualami penjual ketupat lainnya, Kasmini. Saking larisnya, Kasmini hingga meminta bantuan tiga  anggota keluarga lainnya untuk membuat dan menjual ketupat. “Ini anak sama cucu saya juga bantu buat ketupat,” ujar Kasmini.

Kasmini berjualan ketupat di Pasar Ngemplak. Dirinya membawa janur dan langsung membuat ketupat di tempat.

Meningkatnya penjualan ketupat ini disebabkan sedikitnya penjual ketupat yang ada. Di sekitar Jalan Kapten Kasihin atau tepatnya di depan kantor PLN. Biasanya tempat itu dipenuhi penjual janur dan ketupat. Namun, kini hanya tampak satu atau dua pedagang.

Baca Juga : Benarkah Anjing Bisa Endus Bau Virus Covid-19? Ini Penjelasan Ahli Riset Finlandia

“Karena sentra pembuatan ketupat saat ini juga nggak buat. Jadi, sekarang penjual ketupat sedikit,” ujar penjual ketupat lainya, Daman.

Daman biasanya mengambil ketupat jadi di wilayah Durenan, Trenggalek. Dirinya mengambil ketupat jadi dan menjualnya lagi kepada pembeli. Untuk harga, dia mematok Rp 12 ribu per 10 buah. Tahun ini keuntungan yang didapatnya juga meningkat dibandingkan tahun lalu.

Budaya kupatan (mengirim ketupat kepada tetangga) di masyarakat Jawa masih kental dilakukan setelah Idul Fitri. Biasanya acara ini dilakukan pada hari ke-5 Idul fitri. 

Warga biasanya membuat ketupat dalam jumlah banyak untuk dihantar beserta sayur dan bubuk kedelai ke tetangga dan handai taulan. Ada juga yang mengundang keluarganya untuk makan ketupat bersama di rumahnya.