Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api. (Foto: PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api. (Foto: PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)

Peristiwa kebakaran masih marak terjadi di wilayah Kabupaten Malang. 

Jika di rata-rata, dalam sebulan insiden kebakaran bisa terjadi sebanyak 6 kali.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang, Goly Karyanto, saat dikonfirmasi media online ini, Rabu (20/5/2020).

Baca Juga : Pasien ke-10 Konfirm Covid-19 Kota Batu Pengepul Sayur Antar Kota

”Sampai pertengahan bulan Mei (2020), ada 27 insiden kebakaran yang terjadi di Kabupaten Malang,” jelas Goly.

Meski pemerintah mengimbau untuk tidak mudik ke kampung halaman, Goly meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran.

”Kebanyakan peristiwa kebakaran yang terjadi akhir-akhir ini dipicu karena korsleting listrik. Untuk itu, saya imbau kepada masyarakat untuk memastikan rumah dalam keadaan aman. Terutama saat hendak berpergian, apalagi saat lebaran,” ucap Goly.

Selain rutin mengecek kondisi kelistrikan dalam rumah, lanjut Goly, kabel urai serta colokan listrik dipastikan sudah dicabut sebelum pergi meninggalkan rumah. 

Atau bila perlu, sekering meteran listrik juga dimatikan sebelum berpergian.

”Saat memasuki musim penghujan, biasanya wilayah yang ada di lingkar Kota Malang menjadi daerah paling rawan terjadi kebakaran. Di antaranya meliputi Kecamatan Wagir, Pakisaji, Lawang, dan Singosari,” terang Goly.

Menurut Goly, saat memasuki cuaca penghujan seperti kejadian beberapa hari ini, biasanya kebakaran paling sering terjadi karena faktor kecelakaan. 

”Selain korsleting listrik, gas elpiji yang bocor juga sering memicu terjadinya kebakaran,” ungkap Goly.

Baca Juga : Tukang Ojek di Pasar Kota Batu Jadi Pasien Konfirm Covid-19 ke-8

Menurut Goly, insiden kebakaran bakal mengalami peningkatan yang signifikan saat memasuki musim kemarau. 

Terutama ladang atau lahan kosong, hingga kawasan hutan paling marak terjadi kebakaran saat kemarau tiba.

”Apabila memasuki musim kemarau kebakaran bisa dipicu hanya karena masalah sepele, misalnya seperti membuang putung rokok sembarangan, hingga kelalaian manusia saat membakar sampah yang akhirnya merembet,” jelas Goly.

Sebagai informasi, insiden kebakaran juga marak terjadi di beberapa tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2018, tercatat ada 86 kasus kebakaran di Kabupaten Malang.