Dosen Fakultas Humaniora UIN Malang Dr Wildana Wargadinata Lc MAg dalam acara Syiar Ramadan UIN Malang. (Foto: istimewa)
Dosen Fakultas Humaniora UIN Malang Dr Wildana Wargadinata Lc MAg dalam acara Syiar Ramadan UIN Malang. (Foto: istimewa)

Salah satu pertanyaan yang juga kerap muncul mengenai Al-Qur'an adalah mengapa diturunkan di Arab. Juga mengapa menggunakan bahasa Arab. Mengapa tidak diturunkan di Indonesia, China, Amerika, Jepang, atau yang lain.

Ada ratusan negara dan ribuan bahasa di alam ini. Allah berhak memilih wilayah dan bahasa mana yang paling layak untuk kitab-Nya.

Baca Juga : PSBB, Mahasiswa Ma'had UIN Malang Dibantu Kampus

Namun, mengapa Al-Qur'an diturunkan kepada bangsa Arab? Padahal pada waktu itu, mereka tidak memiliki kelebihan apa pun. Malah, wilayah Arab disebut sebagai The Lost World atau wilayah yang tidak berperadaban. Lalu, mengapa Allah memilih  menurunkan Al-Qur'an kepada bangsa Arab? Apa kelebihannya? 

Seperti yang diketahui, sebuah wahyu itu harus diturunkan pada situasi yang tepat. Namun, dosen Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Maliki) Malang Dr Wildana Wargadinata Lc MAg punya jawaban mengapa Allah memilih Arab ditinjau dari keilmuannya.

"Mereka (bangsa Arab) modalnya satu. Yakni bangsa Arab itu punya sensitivitas sastra yang luar biasa," ucap Wildana.

Nah, karena itulah, Al-Qur'an turun di tempat di mana orang-orangnya mempunyai sense sastra yang tinggi, yakni di Arab.

"Kalau Al-Qur'an ini diturunkan di tempat yang tidak punya sense sastra, maka dia tidak akan merasakan kehebatan karya sastra itu," timpalnya.

Selain itu, Allah  telah berfirman dalam Qur'an Surat Yusuf Ayat 2: "Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Quran dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkannya" (QS. Yusuf: 2).

Baca Juga : Ada Kebaikan Allah di Balik Pandemi Covid-19, Akademisi UIN: Lihat Lewat Pendekatan Sains

Menjelaskan Surat Yusuf Ayat 2, Ibnu Katsir mengatakan dalam tafsirnya. Yakni karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas, dan paling banyak pengungkapan makna yang dapat menenangkan jiwa. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia ini (yakni Al-Qur'an) diturunkan dengan bahasa yang paling mulia: bahasa Arab).

Wildana menjadi salah satu narasumber dalam dalam diskusi tematik "Al-Qur'an, Seni, dan Sastra" pada acara Syiar Ramadan 1441 H UIN Malang. Selain Wildana, terdapat 3 dosen lain dari Fakultas Humaniora yang menjadi pembicara, yakni Dr Sutaman MA, Dr Halimi MPd, dan Dr M Faisol MAg.