Ilustrasi cuaca di Kota Malang (istimewa)
Ilustrasi cuaca di Kota Malang (istimewa)

Udara di Kota Malang sejak pandemi Covid-19 cukup membuat masyarakat nyaman. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Malang menyebutkan hal itu karena tidak banyak gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor maupun pabrik.

Minimnya gas buang itu dikarenakan selama pandemi Covid-19 sejumlah aktivitas di luaran berkurang cukup banyak. Hal itu juga berpengaruh kepada kualitas udara yang dihasilkan.

Kepala DLH Kota Malang Rinawati mengatakan, saat ini cuaca di Kota Malang cukup membuat nyaman. Hal itu karena banyak berkurang aktivitas di kota. Kondisi itu juga terjadi di beberapa kota besar lainnya. Baik itu dalam negeri maupun luar.  

"Karena hampir semua kota raksasa megapolitan, itu semua kan istirahat semua. Akhirnya kita mengambil bukan kesimpulan ya, artinya pemikiran begini. Memang ini cara bumi untuk istirahat, bayangkan Kota Shanghai, Kota Beijing, Kota New York, New delhi terus Mumbai banyak semua kota yang menjadi memberi emisi terbesar di dunia termasuk Jakarta ini gas buangnya menurun drastis," ungkap Rinawati.

Menurut Rinawati, sebelumnya pembakaran nyaris di bawah ambang batas, terus kemudian industri mati. Dan yang paling besar memang kalau dari gas rumah kaca dari energi. Baik energi bergerak, maupun energi tidak bergerak.

"Kalau sekarang energi bergerak ini sebagian besar istirahat semua, terus kemudian industri ini istirahat semua, otomatis bumi ini kan diberi waktu sekian hari sekian menit sekian hari, bahkan bulan untuk memulihkan diri," katanya.

Di sisi lain, Rinawati menyebut di Kota Malang sekarang cuaca yang dianggap nyaman belum begitu terasa. Karena 'Bhumi Arema' ini terkenal dengan suasana yang adem.

"Kalau di Malang mungkin tidak begitu terasa banget ya, tapi kita bandingkan waktu 2 minggu lalu di Malang sepi-sepi nya kita ngerasa nyaman sekali. Ketika di jalan ini gas buang berkurang, terus kemudian juga dari industri nyaris zero. Kita rasanya enak sekali," ujarnya.

"Jadi mungkin hari bumi di tengah pandemi covid 19, mungkin kalau saya ngambil hikmahnya memang bumi diberi waktu untuk memulihkan diri, recovery diri sendiri kira-kira begitu," imbuhnya.