broadcast berisi berita bohong yang tersebar di masyarakat Tulungagung (ist)
broadcast berisi berita bohong yang tersebar di masyarakat Tulungagung (ist)

Di tengah kondisi pandemi Covid19, masih saja ada warga yang menyebarkan berita bohong (hoaks) terkait Covid19.

Salah satunya seperti kabar adanya seorang kakek bernama Rochani (72) warga Jalan  I Gusti Ngurah Rai GG  VI nomer 29 Kelurahan Bago, yang dikabarkan meninggal akibat Covid19.

Kabar ini tersebar luas di aplikasi perpesanan WA. Kabar ini menyebar sejak Rabu (6/5/20) malam. Tentu saja kabar yang tersebar ini membuat resah warga di sekitar rumah Almarhum Rochani.

Salah satu tetangga Rochani, Artista Nindya Putra menerangkan jika kabar yang beredar di WA tersebut tidak benar. Pria yang akrab disapa Genot ini menjelaskan jika Rochani meninggal secara wajar akibat sakit jantung sekitar pukul 17.00.

"Suratnya ada dari RS. Bhayangkara dan meyebutkan jika Rochani meninggal akibat jantung," tutur Genot, Rabu malam.

Sayang setibanya dari RS, warga takut memandikan jenazah Rochani lantaran diduga tertular Covid19. Lantaran tak ada yang bersedia memandikan jenazah Rochani, maka pemulasaraan jenazah diambil alih oleh RSUD dr. Iskak.

Setelah dipulasara, jenazah selanjutnya dimakamkan dengan wajar.

Warga berdalih jika cucu tiri dari Rochani dinyatakan reaktif rapid test dan dijemput oleh tim kesehatan pada Rabu siang sekitar pukul 11 siang.

Dari situ warga menganggap jika Rochani telah tertular cucu tirinya yang reaktif rapid test. "Gimana mau tertular, Rochani bertemu cucunya saja enggak pernah," ujar pria yang rumahnya hanya berjarak 3 rumah dari Rochani ini.

Cucu tiri Rochani sendiri memang diketahui menempuh pendidikan di salah satu Pondok Pesantren di Magetan. Saat pandemic covid-19, dirinya dipulangkan.

Sementara itu Kapolres Tulungagung melalui Paur Subbag Humas Polres Tulungagung, Ipda Anwari menjelaskan siapa saja yang menyebarkan berita bohong akan diproses pidana.

Apalagi saat pandemic covid-19 seperti saat ini, berita bohong sekecil apapun yang menyangkut Covid19 bisa menimbulkan keresahan masyarakat.

"Jika memang dianggap meresahkan tentu akan diproses hukum," tuturnya.

Maka dari itu dirinya meminta agar masyarakat bijak dalam menggunakan medsos. Jika mendapat suatu berita, hendaknya diperiksa kebenarannya, jangan langsung ditelan mentah-mentah.

"Bijaklah bermedsos, selalu cari kebenaran kabar yang anda terima, selalu saring sebelum sharing (membagikannya)," tandasnya.