free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Bukannya Dibantu, Warga Kepuh Keluhkan Pihak Desa Minta Sumbangan Masker dan Wastafel

Penulis : Anang Basso - Editor : Yunan Helmy

12 - Apr - 2020, 03:04

Loading Placeholder
Bukti surat edaran yang dikeluhkan warga Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu. / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Bukan malah memberikan bantuan masker buat warganya, pemerintah desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, justru mengirimkan edaran bagi hampir tiap warga untuk meminta donasi. Hal itu dikeluhkan warga yang merasa heran dengan hal yang dianggap tidak lazim itu.

"Kami butuh bantuan masker, tapi malah dapat edaran dari desa yang diberikan dari rumah ke rumah yang isinya minta bantuan masker dan wastafel sederhana," kata MH (inisial) memberikan foto surat edaran itu, Sabtu (11/04).

Karena heran, MH mengaku menanyakan edaran itu ke salah satu anggota badan permusyawaratan desa (BPD) tentang kebijakan yang dianggap janggal itu. "Anggota BPD mengaku tidak tahu, tidak diajak musyawarah mengenai hal ini," ucapnya.

Menurut pengertian MH dan warga lain, dana desa (DD) yang dimiliki boleh dialokasikan untuk menghadapi bencana pandemi covid-19 ini. Namun,  justru pemerintah desa meminta bantuan ke masyarakat. "Jika begini, kan mending tiap warga beli sendiri-sendiri. Ini benar-benar tidak biasa," tandasnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa Kepuh Winarto mengakui  pihaknya mengeluarkan edaran bagi warga yang mampu untuk berpartisipasi mendonasikan masker bagi warga yang lain.

"Memang itu surat dari kami. Anggaran sudah kami susun. Namun karena kebutuhan masker ini diperkirakan jangka panjang, maka kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli," kata Winarto.

Pihak pemerintah Desa Kepuh  sudah mendapatkan sumbangan masker dari salah seorang warga yang berprofesi di bidang kesehatan, namun belum dibagikan.

"Ada warga kami (menyebut nama) yang donasi hingga 500 masker. Itu juga belum kami bagikan. Menunggu donasi warga yang lain. Nanti digabung dengan dana dari desa kemudian kami bagi ke warga. Tiap warga rencananya mendapatkan lima lembar masker," ujarnya.

Karena donasi bersifat silang, Winarto menjelaskan nantinya masker itu dikemas dan diberi tulisan penyumbangnya. "Kami pastikan transparan," tegasnya.

Berapa dana yang dianggarkan, Winarto belum dapat memberikan angka pastinya. Namun, untuk masker yang akan dibagikan ke masyarakat, dia memastikan berbahan kain dan bisa dicuci untuk dipakai ulang.

Salah satu anggota BPD yang mewanti-wanti untuk tidak disebutkan namanya saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui rencana kegiatan permintaan sumbangan masker dari warga itu. Sebagai BPD, dirinya akan segera menindaklanjuti masalah ini ke pemerintahan desa untuk mengetahui secara jelas maksud dan tujuan pemerintah desa mencari sumbangan ke warga untuk pengadaan masker tersebut.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anang Basso

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---