Gubernur Jatim Khofifah ketika menghadiri prosesi pemakaman Kiai Maskur
Gubernur Jatim Khofifah ketika menghadiri prosesi pemakaman Kiai Maskur

Kiai Maskur Hasjim, Mantan ketua DPW PPP Jatim meninggal dunia pada, Kamis (2/4). Jenazahnya dikebumikam di tempat pemakaman umum Wonocolo Gang Lebar, Kota Surabaya.

Pada proses pemakaman tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting. Seperti Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Kiai Asep Saifuddin Chalim.

Kiai Maskur adalah kerabat dekat dari Khofifah. Dia merupakan suami dari kakak kandung tertuanya.

Usai prosesi pemakaman Khofifah mengatakan bahwa sosok Kiai Maskur bukan hanya kakak biasa. "Beliau lah yang mengajarkan organisasi ke saya jadi dari SD kelas 3 saya jadi bendahara Barzanji di kampung ini," ujarnya ditemui usai proses pemakaman.

Khofifah juga menyampaikan bahwa Kiai Maskur berperan dalam proses pemembentukan dirinya. "Sampailah saya diminta masuk Fisip Unair. Karena dulu dapat PMDK. Di eksak sebenarnya, saya ambil IPA, tapi beliau rekomendasikan ke Fisip Unair jadilah saya masuk Fisip," tuturnya.

Khofifah juga mengenang soal adanya organisasi Pemuda Kakbah yang dulu diprakasai oleh Kiai Maskur. "Kalau ada peserta tak datang saya disuruh mensubtitusi," bebernya.

Khofifah kemudian menjelaskan adanya peranan dari Kiai Maskur sehingga dia sempat jadi ketua IPPNU saat kelas 3 SMA dan juga jadi ketua cabang organisasi mahasiswa PMII ketika masih kuliah di semester lima.

"Jadi ketua cabang PMII semester lima sangat langka. Karena memang kakak saya biasa menempa itu," lanjutnya.

Saat sedang aktif dalam organisasi itu Khofifah menuturkan biasa diskusi sampai malam hari dengan Kiai Maskur. Bertemu beberapa tokoh penting nasional seperti Gus Dur.

"Beliau waktu itu ketua Ansor Jatim berteman banyak dengan pemikiran tokoh nasional. Beliau yang mengajarkan dan mengenalkan pemikiran kebangsaan beliau yang mengantarkan," kata perempuan yang juga ketua Muslimat NU ini.

Ditanya meninggal karena apa? Khofifah menambahkan tidak ada keluhan sebelumnya. "Tidak ada sakit, makanya kakak saya nangisnya luar biasa. Setengah dua belas malam masih komunikasi dikira tidur begitu saja," imbuh ibu empat orang anak ini.