Salah satu aktivitas  Gojek.
Salah satu aktivitas Gojek.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berencana membagikan masker secara gratis untuk para driver ojek online (ojol). Sebab, driver ojol dianggap orang yang rawan terpapar virus corona dengan mobilitasnya yang tinggi serta intensitasnya yang juga sering bertemu dengan orang.

Selain itu, Khofifah  berencana menyemprotkan cairan disinfektan ke jaket yang biasa dikenakan oleh para driver ojek online. Hal itu  untuk melindungi agar driver  aman dan juga penumpangnya selamat.

Untuk distribusinya, Khofifah memerintahkan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim sebagai dinas terkait. "Melakukan beberapa treatment. Misalnya kami ingin para driver ojek pastikan biasanya pake jaket. Jaketnya disemprot," kata Khofifah saat berkunjung ke pabrik masker di Jombang, Rabu (18/3).  "Ketika mereka itu membonceng penumpang, maka yang dibonceng sama aman," imbuhnya.

Gojek sendiri ternyata berkomitmen untuk berada di garda terdepan dalam mencegah penyebaran covid-19 di seluruh ekosistemnya melalui berbagai langkah proaktif untuk memastikan keamanan dan kesehatan bersama. Gojek mengaku sudah memiliki SOP (standart operational procedure) tersendiri untuk ini.

Gojek menekankan tiga area penting dalam upaya mencegah penyebaran covid-19. Gojek mengajak ratusan juta individu dalam ekosistem Gojek, yang terdiri dari mitra driver, mitra usaha, merchant, karyawan, serta masyarakat luas, untuk bersama-sama saling menjaga satu sama lain.

Co-CEO Gojek Kevin Aluwi mengungkapkan, tiga area penting untuk mencegah penyebaran virus yaitu pembatasan jarak sosial (social distancing) serta mempraktikkan gaya hidup sehat dan menjaga produktivitas. Bahkan, untuk mendukung mitra driver dalam menjaga produktivitasnya, Gojek menjadi aplikasi on-demand pertama di Indonesia yang meluncurkan skema bantuan pendapatan mitra driver yang positif terkena covid-19.

“Ekosistem Gojek terdiri dari ratusan juta individu. Dan kami yakin upaya pencegahan yang dilakukan Gojek dapat memiliki dampak besar dalam memperlambat atau mencegah penyebaran covid-19,” ujar Kevin Aluwi. 

Dalam menggalakkan imbauan social distancing, Gojek menggaungkan gerakan #dirumahaja guna memutus rantai penularan covid-19. Namun dengan mengikuti gerakan #dirumahaja, bukan berarti harus kehilangan produktivitas karena Gojek siap mendukung berbagai kebutuhan selama masyarakat menjalani aktivitas di rumah.

Misalnya, melalui layanan GoFood yang turut mengimplementasikan social distancing, sekarang terdapat pilihan contactless delivery di mana makanan diantar dengan meminimalisasi kontak langsung. Inovasi ini berupa tambahan opsi teks pesan cepat[1] pada fitur chat di dalam pesanan GoFood antara pelanggan dan mitra driver.
 

Lebih luas lagi, sejalan dengan arahan pemerintah untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah, Gojek juga mengajak perusahaan dan masyarakat memberlakukan program kerja dari rumah (work from home/WFH).