Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana menanam pohon pinus. (eko Arif s /JatimTimes)
Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana menanam pohon pinus. (eko Arif s /JatimTimes)

Polresta Kediri ikut ambil bagian dalam dalam gerakan Polri Menanam Sejuta Pohon yang dicanangkan Polri. Penanaman pohon dilakukan Polresta Kediri bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri serta pelajar, Sabtu (4/1/20) pagi.

Lokasi penanaman pohon ini dilakukan di wilayah hukum Polresta Kediri. Tepatnya, di delapan kecamatan mulai Tarokan, Grogol, Banyakan, Semen, Mojo, Kediri Kota, Mojoroto, dan Pesantren.

"Kali ini, kami melaksanakan tanam pohon di Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri," ujar Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana.

AKBP Miko mengatakan, pelaksanaan tanam pohon sekaligus menjadi bentuk komitmen baik Polresta Kediri dan pihak Perhutani kepada masyarakat. Selain untuk melestarikan lingkungan, manfaat pohon tersebut bisa dirasakan hingga anak-cucu nanti. 

"Salah satunya caranya dengan pelaksanaan penanaman pohon. Polresta Kediri juga mencanangkan pekan penghijauan yang sudah dilaksanakan sejak awal Januari," imbuhnya.

Dalam pelaksanaan penanaman ini, lanjutnya, tidak sekadar menanam pohon, tapi ada tiga hal yang diperhatikan serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Tiga hal tersebut adalah ekologi, ekonomi, dan sosial. Di wilayah Desa Jugo, bibit pohon yang ditanam adalah jenis pohon pinus sebanyak 500 pohon.

Ratusan bibit tersebut diharapkan, tidak hanya menyediakan cadangan oksigen bagi mahkluk hidup di sekitarnya, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Selain bibit pinus, di lokasi penanaman juga ditanami tanaman jagung ataupun tanaman tumpang sari lainnya. Ini dilakukan untuk memanfaatkan lahan yang ada sehingga warga juga mendapat penghasilan.

AKBP Miko menambahkan, target penanaman pohon selama pekan penghijauan mencapai 5.000 bibit pohon. "Untuk merealisasikan target tersebut, kami tentunya akan menggandeng instansi terkait. Selain Perhutani, misalnya TNI, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan pelajar. Nanti kami juga akan melibatkan masyarakat umum," pungkasnya.