MALANGTIMES - Keberadaan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) sebagai salah satu upaya untuk mempermudah masyarakat dalam mendapat pelayanan kesehatan rupanya terus dibenahi.
Jika dulu Posyandu identik dengan balita saja, kini pelayanan itu telah bertransformasi dalam pemberian informasi dan layanan kesehatan hingga lansia.
Transformasi itu kini dikenal dengan sebutan Taman Posyandu.
Yakni, integrasi antara Posyandu, Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB).
Dimana, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang berupaya meningkatkan fungsi dari keberadaan Posyandu dengan perlombaan Taman Posyandu tingkat kota yang telah digelae sejak 10-17 Oktober 2019 lalu.
Nah, dari beberapa area yang telah dinilai tim juri itu Taman Posyandu Delima yang berada di RW 03, Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang berhasil menjadi juara.
Bukan tanpa sebab, berbagai inovasi menarik yang di miliki Taman Posyandu ini menjadi salah satu hal utama yang membawa kemenangan itu hingga mewakili Kota Malang melaju ke tingkat Jawa Timur.
Lurah Madyopuro, Sukendari mengatakan beberapa inovasi memang dihadirkan dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Yakni, Jeda Layar (Jemput Dampingi Layani Antar).
Di mana dari inovasi ini kader posyandu bakal menjemput dan mengantar para lansia atau orang yang sakit tetapi tidak mampu untuk menuju layanan kesehatan.
"Ini layanan antar jemput bagi masyarakay yang kesulitan memeriksakan kesehatan. Kita ingin menyadarkan masyarakatnya pentingnya kesehatan juga melalui ini," ujarnya.
Kemudian, Warna Ceria (Wahana Bermain Anak Cerdas dan Pintar).
Tak hanya soal kesehatan, beragam kegiatan belajar bahasa Inggris, mewarnai, dan bermain permainan tradisional dihadirkan di Pos PAUD.
Lalu, Sehari Cermat (Sehat Hari ini, Ceria Masa Tua). Yang satu ini khusus pelayanan kesehatan bagi lansia.
Jadi, setiap warga lansia akan dilayani di Posbindu PTM (Pos pembinaan terpadu Penyakit Tidak Menular) untuk melakukan konseling sekehatan.
“Agar tidak bosan dan juga sehat kita tambahkan senam bersama dan juga belajar gamelan bersama," imbuhnya.
Terakhir, inovasi di bidang tanaman yakni Genato (Gerakan Menanam Toga).
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk menanam tanaman tradisional yang bisa digunakan sebagai pengobatan.
"Nanti tanaman toga itu dibuat jamu. Hasilnya buat obat balita yang kurang gizi bisa, mengobati panas juga bisa," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan penghargaan tersebut harus bisa menjadikan koreksi diri.
Sehingga tidak serta merta menjadi kepuasan, melainkan menjadikan motivasi untuk lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Itu hebat kalau penghargaan itu bisa diterapkan. Jangan kemudian menjadikan kita lupa diri, tapi menjadi koreksi. PR kita menjadikan ini agar berjalan sebagaimana mestinya untuk lebih baik," ungkapnya.